Berita

Amali Bahas Pengembangan Kurikulum dan Regulasi Ma’had Aly

Al-Musthofa Publication Amali Bahas Pengembangan Kurikulum dan Regulasi Ma’had Aly

Jombang, NU Online
Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali) menggelar Bahsul Masail Pengembangan Kurikulum Ma’had Aly di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Acara yang digelar 2 hari mulai 11-12 Desember 2022 ini membahas dua hal penting yakni terkait dengan pengembangan kurikulum dan regulasi Ma’had Aly.

Ketua Amali KH Nur Hannan mengatakan bahwa dua hal yang menjadi tema Bahsul Masail ini merupakan kebutuhan sangat mendesak untuk ditetapkan sebagai pedoman penyelenggaran Ma’had Aly.

“Dari Bahsul Masail ini diharapkan benar-benar ada diskusi antar Mahad Aly. Sehingga kita bisa menentukan standar dasar dan kurikulum Ma’had Aly,” katanya pada kegiatan yang merupakan kerjasama dengan Direktorat PD Pontren Kementerian Agama Republik Indonesia ini.

Ia berharap hasil keputusan Bahtsul Masail kurikulum Ma’had Aly bisa dijadikan pedoman seluruh Ma’had Aly di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Bahsul Masail kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya yang dibahas adalah tema keagamaan. 

“Ma’had Aly mengemban tugas untuk mencetak ulama yang mutafaqqih fii din (ahli agama) dan mutafaqih fii mashalihil khalqi (ahli sosial),” ujarnya.

Ia berharap agar Bahtsul Masail ini bisa menghasilkan keputusan bersama di antara Ma’had Aly yang menyelenggarakan takhasus hadis dan ilmu hadits serta Ma’had Aly yang menyelenggarakan takhasus sejarah peradaban Islam. Hal ini karena hasil bahsul masail tersebut akan dijadikan kurikulum dalam penyelenggaraan dua takhasus ini.

Kiai Hanan menambahkan, dalam prsoes Bahsul Masail ini, panitia mengundang dua tokoh yang menjadi nara sumber eksternal, yakni Dr Andi Rahman dan Dr Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah. Keduanya adalah alumni Pesantren Tebuireng Jombang. Khusus Dr Ahmad ‘Ubaydi merupakan sosok yang pernah jadi kepala Madaris Darus-Sunnah Ciputat Timur. Ia juga tercatat sebagai pengajar Sunan al-Nasa’i dan Ibnu Majah di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Jakarta.

Sementara itu, Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar berharap Bahsul Masail kali ini bisa melahirkan kurikulum yang dibutuhkan. Baik dalam segi pendidikan, penelitian, maupun segi pengabdian masyarakat.

“Kalau di Mahad Aly Tebuireng, yang sudah lulus kita terjunkan ke masyarakat. Sehingga ilmu mereka bisa terserap ke masyarakat secara langsung. Terutama masyarakat di luar Pulau Jawa. Semoga menjadi langkah awal untuk menyempurnakan kurkulum di Ma’had Aly,” tandas Kiai Ghofar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 8 Ma’had Aly dari berbagai daerah yang menyelenggarakan takhasus hadis dan ilmu hadis dan takhasus sejarah peradaban Islam. Di antaranya, Ma’had Aly Zainul Hasan Probolinggo, Ma’had Aly Darul Ihya Li Ulumiddin Pasuruan, Ma’had Aly Balekambang, Ma’had Aly As-Sunniyah Jember, Ma’had Aly Al-Hidayah Tuban, Ma’had Aly As-Shiddiqiyyah Jakarta, Ma’had Aly Al Musyaffa’ Kendal dan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Muhammad Faizin

Al-Musthofa Publication Amali Bahas Pengembangan Kurikulum dan Regulasi Ma’had Aly

Source link