Berita

Argumen Fahruddin Ar-Razi Agar Nasihat Mudah Diterima

Al-Musthofa Publication Argumen Fahruddin Ar-Razi Agar Nasihat Mudah Diterima

Banyak orang yang bisa mengutarakan nasihat. Mereka mencoba memberikan jalan terang akan persoalan hidup yang sedang dialami oleh seseorang. Namun perlu diingat bahwa nasihat belum tentu disambut baik oleh orang yang menerima nasihat.

Perihal masalah ini, Imam Al-Ghozali memberikan komentar dalam Kitab Ayyuhal Walad, di mana ia berpendapat:

اَلنَّصِيْحَةُ سَهْلَةٌ وَالْمُشْكِلُ قَبُوْلُهَا

“Nasihat itu sangat mudah (ketika diungkapkan), sedang menerima nasihat adalah sesuatu yang sangat sulit.”

          Pada asalnya, nasihat merupakan suatu hal yang baik. Tetapi seringkali nasihat berubah menjadi rasa yang pahit, terutama bagi orang yang hatinya diselimuti hawa nafsu yang berlebihan.

               Sebaiknya bagi orang yang ingin memberikan nasihat atau saran, harus mengetahui hakikat daripada menasihati itu sendiri. Imam Fahruddin Ar-Razi berargumen:

وَحَقِيْقَةُ النُّصْحِ اَلإِرْسَالُ إِلَى الْمَصْلَحَةِ مَعَ خُلُوْصِ النِّيَةِ مِنْ شَوَائِبِ الْمَكْرُوْهِ

“Hakikat menasihati adalah menyampaikan kemaslahatan dengan disertai bersihnya niat dari berbagai hal-hal kotor yang tidak disukai.”[1]

               Dengan ini diharapkan orang yang menasehati tidak menganggap dirinya sebagai orang yang lebih tinggi derajatnya daripada orang yang dinasehati, dan terhindar dari pikiran-pikiran buruk ketika ia sedang memberikan nasihat. Sehingga orang yang diberikan nasihat akan lebih banyak menerima daripada menolaknya.[]

Argumen Fahruddin Ar-Razi Agar Nasihat Mudah Diterima
Argumen Fahruddin Ar-Razi Agar Nasihat Mudah Diterima

[1]Fahruddin ar-Razi, Mafatihul Ghoib, hlm. 297, vol. 14 (Bairut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1420 H.)

Baca juga: Salat Lil Unsil Qabr, Ringankan Beban Mayit
Jangan lupa tonton dan subcribe channel youtube Pondok Lirboyo

Al-Musthofa Publication Argumen Fahruddin Ar-Razi Agar Nasihat Mudah Diterima

Source link