Maahad Al Musthofa Mobile

Magetan, NU Online

Hidup harmonis dan saling menghormati menjadi dambaan setiap umat beragama. Dalam konteks keindonesiaan yang majemuk, toleransi beragama mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang ramah, menghormati perbedaan, dan mampu mengelola keberagaman, sesuai salah satu pilar bangsa, yakni Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi satu tujuan).


Hal ini menjadi bahasan penting dalam acara sarasehan bertema Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan yang digelar oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor bersama Badan Musyawarah antar Gereja (Bamag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (1/5).


Pendeta Yousak Omar mengatakan, sarasehan ini menjadi semacam revitalisasi semangat kebersamaan dan sebagai bentuk penghormatan kepada PC GP Ansor Magetan dengan Banser-nya yang selalu merangkul, memberi rasa aman dan damai pada umat yang berbeda keyakinan.


“Kehadiran Banser di acara-acara yang kami adakan sungguh berarti besar bagi kami. Karena selain memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus sebuah bentuk toleransi yang istimewa bagi kami,” ungkapnya.


Ketua Bamag Magetan itu menambahkan, sarasehan ini merupakan sesuatu yang menarik sekaligus sangat langka. Perbedaan keyakinan tidak lantas menjadi kendala dalam menebar kebaikan dan harmonisasi. Apalagi di tengah memudarnya sikap toleransi antarumat beragama dan adanya upaya menggoyang nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika. 


Acara yang digelar di aula Taman Wisata Magetan Park ini diikuti oleh jajaran pengurus PC GP Ansor dan 18 PAC di kabupaten tersebut. Sementara dari unsur Bamag dihadiri para pendeta dari seluruh Magetan.


Ketua PC  GP Ansor Magetan, Habib Mustofa, merasakan ada sesuatu yang mulai hilang dari kepribadian bangsa yang terkenal dengan nilai kerukunannya ini. Belakangan, masyarakat makin terpolarisasi, terpecah-pecah. Mereka hanya memikirkan kelompoknya sendiri dan mengabaikan kepentingan bersama.


“Masa sih semua orang akan seperti itu? Kita tidak ingin hal itu terjadi Magetan,” kata Gus Toev, sapaan akrabnya.


Ia ingin toleransi di tengah masyarakat dapat terjaga dengan baik. GP Ansor Magetan berkomitmen akan meningkatkan bentuk-bentuk kerja sama konstruktif. Kerja sama membangun negeri harus dilihat sebagai kepentingan bersama dengan tanpa memandang unsur ras dan agama.


“Karena, bagi Ansor sinergisitas antarsesama anak bangsa adalah prasyarat demi kemajuan sebuah bangsa. Tentunya kami semua berprinsip Bagimu Agamamu, Bagiku Kau tetap Saudaraku,” tegas Pengasuh Pesantren Darul Ulum Poncol, Magetan ini.


Komandan Satuan Koordinasi Banser (Kasatkorcab) Magetan, Sumarwan, menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas terlaksananya acara sarasehan lintas iman ini. “Acara seperti ini memang sangat kami tunggu. Ke depan bisa menguatkan kebersamaan kita bersama,” pungkasnya. 


Kontributor: Zaenal Faizin

Editor: Musthofa Asrori

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link