Berita

Banyak Kegiatan Nasional Tertunda Akibat Pandemi

Al-Musthofa Publication Banyak Kegiatan Nasional Tertunda Akibat Pandemi

Jakarta, NU Online

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, H Zainal Arifin Junaidi, mengungkapkan banyak kegiatan nasional Ma’arif NU yang tertunda akibat pandemi.


“Di antaranya Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (Porsema) Nasional ke-2 yang sedianya dilaksanakan Juli 2020 di Indramayu,” ungkapnya dalam Rapar Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU yang digelar secara daring, Sabtu (18/9/2021).


Selain itu, lanjut dia, ada juga perkemahan wirakarya pramuka Ma’arif NU yang ke-3, sedianya dilaksanakan Juli 2021. Meski demikian, ia menuturkan banyak terjadi ledakan kegiatan baru di masa pandemi, sepert pembelajaran jarak jauh untuk kepala sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.


“Hasilnya cukup memuaskan. Dalam kurun tiga bulan dilaksanakan 12 angkatan pelatihan untuk SD/MI, sembilan angkatan untuk SMP/MTs, dan sembilan angkatan juga untuk SMA/SMK/MA,” terangnya.


Dari pelatihan itu, lulus sekitar 2.400 kepala sekolah di lingkungan Ma’arif NU. Arifin juga menjelaskan, ada kegiatan lain yang dijalankan dalam rangka pengembangan soft skill dan hard skill.


“Soft skill dilakukan dengan zoominar jalan sufi selama delapan angkatan dan zoominar ngopi mantap. Kemudian dalam pengembangan hard skill dilakukan pelatihan Matematika untuk guru dan murid,” jelasnya.


Arjuna, sapaan akrabnya mengatakan, tenaga didik maupun peserta didik yang menguasai teknologi digital dapat dengan mudah bertransformasi dari pendidikan konvensional menjadi daring.


“Namun, ada hal lain yang menjadi tantangan besar bagi orang yang sama sekali belum mengetahui atau minim pengetahuan tentang teknologi digital. Kita mungkin baru menyadari pentingnya penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, terutama saat pandemi,” ungkapnya.


Agenda utama

Pada kesempatan yang sama, dalam acara yang bertema Penguatan Digitalisasi Pendidikan di Lingkungan LP Ma’arif NU itu Arifin juga menjelaskan ada tiga agenda utama Rakernas.


“Pertama, laporan pelaksanaan program yang berhasil dan tidak. Kemudian menyepakati program-program tertentu,” tuturnya.


Kedua, peninjauan terhadap pelaksanan hasil rakernas sebelumnya. Untuk mengetahui program yang sudah terlaksana dan perlu dikembangkan, serta mana yang belum terlaksana.


“Ketiga, menyamakan persepsi terhadap isu-isu dan permasalahan aktual dalam bidang pendidikan dan langkah-langkah yang perlu diambil,” imbuhnya.


Arifin menyebutkan, agenda tersebut diharapkan dapat menjawab keinginan agar pendidikan di Indonesia lebih terarah dan memiliki pondasi yang jelas.


“Salah satu tujuan pendidikan di Indonesia adalah membantuk generasi yang cerdas dan berkarakter,” ungkapnya.


Kontributor: Afina Izzati

Editor: Musthofa Asrori

Al-Musthofa Publication Banyak Kegiatan Nasional Tertunda Akibat Pandemi

Source link