Maahad Al Musthofa Mobile

Way Kanan, NU Online

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Way Kanan, Lampung menggelar khatmil Qur’an dan doa bersama untuk almarhum Gatot Arifianto. Almarhum adalah Asisten Informasi dan Komunikasi (Asinfokom) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser yang juga pernah menjadi Ketua PC GP Ansor Way Kanan periode 2014-2018.


Wakil Bendahara PC Ansor Way Kanan Muhammad Nur Hasyim mengatakan, banyak ilmu dan jasa yang almarhum berikan kepada keluarga besar Ansor-Banser Way Kanan. Salah satunya ialah ilmu pemulung dan ilmu kepiting. Sebagaimana pemulung, mereka memilah mana yang bermanfaat dan bisa digunakan atau tidak. Dalam hidup, harus bisa memilah yang baik diambil dan yang tidak berguna harus ditinggalkan atau jauhi.


Jika kita mendapatkan banyak kepiting, kemudian menempatkannya dalam baskom, maka kepiting tersebut tidak akan pernah bisa keluar. Sebab kepiting tidak akan membiarkan kepiting lainnya keluar dari baskom.


“Yang seharusnya dilakukan ialah memberikan bahu atau kepala kepada sahabat-sahabat yang hendak maju, bermanfaat bagi agama,  bangsa, dan negara. Karena itu, haram bagi kader Ansor dan Banser menggunakan ilmu kepiting,” tambah Nur Hasyim menirukan Gatot Arifianto.


Nur Hasyim menambahkan, Gatot merupakan sosok aktivis yang tangguh dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi terlebih pada Nahdlatul Ulama (NU).

IMG 20210320 160450

Suasana Doa Bersama untuk Almarhum Gatot Arifianto

 

“Beliau adalah orang yang tangguh, tak kenal lelah dan semangat pantang menyerah. Hal ini selalu beliau tunjukkan kepada kader Ansor-Banser baik di ruangan maupun lapangan,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Komandan Satkorcab Banser Way Kanan Agung Rahadi Hidayat berpesan kepada kader Ansor dan Banser di Lampung, khususnya Way Kanan, untuk meneruskan semangat dan teladan baik seorang Gatot.


“Apa yang telah beliau ajarkan dan berikan kepada kita, mari kita lanjutkan perjuangan beliau. Beliau adalah sosok seorang aktivis dan seniman yang gemar dengan kegiatan literasi, pendidikan, sosial, budaya, agama, dan kemanusiaan. Mari kita teruskan sebagaimana passion kita,” ujar Agung.


Kegiatan doa bersama tersebut diisi dengan pembacaan dzikir dan manaqib sekaligus menandai peringatan 100 wafatnya Komandan Gatot. “Kendati 100 hari beliau sudah lewat, doa kami tetap yang terbaik untuk beliau,” ujarnya tentang kegiatan yang dilaksanakan di Mushala Al-Hikmah Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga pada Jumat (19/3) malam.


Kontributor: Disisi Saidi Fatah    

Editor: Muhammad Faizin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link