Berita

Bersih Lahiriah dan Bersih Batiniah

Al-Musthofa Publication Bersih Lahiriah dan Bersih Batiniah

Bersih Lahiriah dan Bersih Batiniah | Bicara soal bersuci atau kebersihan, sesungguhnya agama Islam telah mengajarkan kepada umatnya agar selalu hidup bersih dan sehat. Sebagaimana yang terdapat pada kitab At-tahliyyah Wa At-taghrib karya Sayyid Muhammad bahwa menjaga tubuh agar tetap sehat sangatlah penting disbanding dengan perkara lain. Sehingga wajib bagi setiap insan untuk selalu menjaga tubuhnya agar tetap sehat.

Dalam konteks kesehatan fisik, ditemukan sabda Nabi Muhammad “Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu.” Demikian Nabi Saw. menegur beberapa sahabatnya yang bermaksud melampaui batas beribadah, sehingga kebutuhan jasmaniahnya terabaikan dan kesehatannya terganggu.

Hak-hak tubuh inilah yang sudah seharusnya manusia penuhi, yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh dari berbagai kotoran, bersihnya makanan atau minuman yang dikonsumsi, tempat tinggal serta pakaian yang digunakan saban harinya agar tetap sehat dan bersih.

Secara bahasa thaharah berarti bersih atau suci dari kotoran yang tampak (lahiriah) seperti najis dan hadast, atau suci dari yang bersifat maknawi (batiniah) seperti: sifat-sifat tercela dan perbuatan-perbuatan yang hina.

Terdapat jugab hadis yang amat popular tentang kebersihan yang berbunyi: “Kebersihan adalah sebagian dari iman” Oleh karena itu, menjaga kebersihan sangatlah penting sekali.

Salah satu sifat manusia yang secara tegas dicintai Allah adalah orang yang menjaga kebersihan. Kebersihan digandengkan dengan taubat dalam surat Al-Baqarah (2):222:

“Sesungguhnya Allah senang kepada orang yang bertaubat, dan senang kepada orang yang membersihakan diri” tobat menghasilkan kesehatan mental, sedangkan kebersihan lahiriah menghasilkan kesehatan fisik. Dalam Firman Allah yang lain juga dijelaskan untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari segala macam kekotoran. “Dan bersihkan pakaianmu dan tinggalkan segala macam kekotoran” (QS. Al-Muddatstsir [74]:4-5)

Maksudnya adalah dalam persoalan menjaga kebersihan dan kesucian pada tubuh memang perlu dibarengi dengan kebersihan hati. Karena hal inilah menjadikan kemampuan akan kesadaran yang besar sehingga manusia selalu menjaga seluruh anggota tubuh dan hatinya agar terhindar dari penyakit serta sifat tercela.

Menurut Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya Ulumuddin, didalamnya dijelaskan bahwa thaharoh dalam hal ini memiliki empat tingkat.

Tingkat pertama, membersihkan anggota lahir dari hadats, najis serta kotoran. Tingkat ke-dua, membersihkan anggota tubuh dari beberapa perilaku dosa. Tingkat ke-tiga, membersihkan hati dari akhlak tercela serta sesuatu perbuatan yang hina yang dapat menyebabkan kermurkaan Allah.

Sedangkan tingkat yang terakhir, membersihkan kesamaran hati dari sesuatu selain Allah Swt. ditingkat ini, telah dilakukan oleh para Nabi-nabi dan orang-orang yang jujur (as-shodiqqin). Tidaklah seorang insan memperoleh tingkatan yang tinggi kecuali mereka telah melewati beberapa tingkatan-tingkatan rendah terlebih dahulu.

Alla kulli khal, mungkin diri kita masih banyak diselimuti oleh sifat-sifat tercela. Sehingga dengan perilaku-perilaku yang tercela inilah memungkinkan menjadi sebab akan kurangnya kesadaran betapa sangat penting menjaga kesehatan serta kebersihan diri.[]

baca juga: Hukum Membersihkan Make Up Sebelum Wudhu
tonton juga: Besarnya Perhatian KH. Marzuqi Dahlan Terhadap Putranya

Penulis: Mohammad Ghozy Al Farhan

Al-Musthofa Publication Bersih Lahiriah dan Bersih Batiniah

Source link