Maahad Al Musthofa Mobile

Jember, NU Online

Tekad Pengurus Cabang (PC) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jember Jawa Timur untuk menjadi motor penggerak roda ekonomi masyarakat, layak diapresiasi. Sebab, ekonomi memang menjadi titik lemah masyarakat, khususnya umat Islam. Bahkan sejak Covid-19 melanda Nusantara, jumlah masyarakat yang mengalami keterbelakangan ekonomi semakin membengkak. Merekapun tak berdaya di tengah persaingan hidup yang kian keras.


“Sejak awal kami memang sudah berkomitmen agar bagaimana LPNU bisa memberdayakan Nahdliyin. Secara ekonomi, kita harus berdaya, bergerak, dan menjadi pelopor kemajuan ekonomi,” tutur Pembina PC LPNU Jember, H Slamet Sulistiyono kepada NU Online di  Kantor LPNU Digital Center, kompleks kantor PCNU Jember, Ahad (14/3).


Tekad tersebut bukan sekadar isapan jempol. Didirikannya Enterpreneurship LPNU Digital Center beberapa waktu lalu menjadi bukti keseriusan LPNU Jember untuk mewujudkan tekad tersebut. Bahkan ‘lapak digital’ LPNU tersebut saat ini sudah jalan, dalam arti telah banyak mendapat order pemesanan barang.


“Kami harus fokus, dan nyatanya bisa. Walaupun baru beroperasi, Enterpreneurship LPNU Digital Center sudah banyak melakukan transaksi,” tambahnya.


Tapi H Slamet sadar bahwa untuk memberdayakan dan menggerakkan ekonomi masyarakat, tidak cukup hanya dengan transaksi, namun juga harus membangun unit-unit usaha di masyarakat. Untuk itu, ia menargetkan 200 unit usaha terbentuk tahun ini.


“Dari 200 pelaku usaha itu, nanti bisa terbentuk unit-unit usaha baru, sehingga secara simultan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Di tempat terpisah, Ketua PC LPNU Jember, Muhammad Imron menjelaskan bahwa untuk melahirkan 200 pelaku usaha sangat mungkin asalkan tahapan-tahapan pembentukan unit-unit usaha itu berjalan dengan mulus.


Secara rinci, ia memaparkan tahapan-tahapan pembentukan unit usaha itu. Yakni dimulai dengan rekrutmen 50 calon pelaku usaha setiap tiga bulan. Mereka akan dilatih sedemikian rupa tentang bisnis secara online maupun offline.


“Kami mengistilahkan mereka adalah relawan. Mereka kita ajari seluk beluk bisnis digital, dan kita buatkan unit usaha (digital) juga,” ungkapnya.


Menurut Imron, untuk bisnis berbasis online sangat simpel. Bagi pemula tidak perlu repot-repot mencari kantor. Rumah pun isa dijadikan kantor. Begitupun kelak dengan 50 relawan hasil bimbingan LPNU Jember. Mereka bisa berkantor di rumahnya untuk menjalankan bisnis. Sebab, barang-barang produk yang ditawarkan (dijual), ada di masyarakat.


“Tak usah khawatir, banyak produk yang bisa kita jual secara online. Mulai dari produk pertanian, kerajinan, home industri, jasa dan sebagainya. Banyak sekali yang bisa kita pasarkan,” pungkasnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq

Editor: Muhammad Faizin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link