Berita

Dahsyatnya Doa; Inspirasi dari Budak Hitam

Al-Musthofa Publication Dahsyatnya Doa; Inspirasi dari Budak Hitam

Dahsyatnya Doa; Inspirasi Dari Budak Hitam | Agar doa diijabah, adab dan etika dalam berdoa harus kita jaga.

Diantaranya berdoa dengan kerendahan hati, berbaik sangka terhadap Allah, suplai makanan dan pakaian yang halal dan tidak lupa berdoa di waktu-waktu mustajab, seperti setelah salat lima waktu atau disaat nishfullail, tengah malam.

Ceritanya, Manshur ibn Ammar tengah memberikan petuah kepada para jamaahnya, tetibah berdiri seorang peminta-minta, ia membutuhkan 4 Dirham uang.

Singkat cerita, Syekh Manshur menawarkan kepada para jamaahnya soal peminta-minta itu; “Siapa yang bisa memenuhi permintaannya akan kudoakan dengan 4 doa.”

Begitu sayembara dari Syekh Manshur. Para jamaah kasak-kusuk, setelah sekian detik menunggu, dari ujung belakang berdiri seorang budak hitam siap mengikuti sayembara.

Ternyata diketahui, ia adalah budak seorang Yahudi yang sedang diperintahkan oleh tuannya untuk berbelanja, dalam sakunya tepat membawa uang 4 dirham.

“Wahai Syekh, saya bisa memberi 4 dirham kepada peminta itu, sebagai gantinya engkau mau mendoakanku dengan doa yang aku kehendaki isinya.” Tanpa pertimbangan apapun Syekh Manshur mengiyakan permintaan Si Budak.

Jadilah 4 dirham yang ada dalam saku Si Budak beralih tangan kepada peminta.

“Wahai Syekh,” Ujar Si Budak hitam usai uang diserahkan. “Aku merupakan seorang budak, kuharap engkau berdoa agar aku lekas merdeka. Itu permintaanku yang pertama. Kedua, tuanku seorang Yahudi, doakan ia agar mau masuk Islam. Ketiga, aku juga seorang yang miskin, doakan Aku agar Allah menjadikanku seorang yang kaya dari anugerah-Nya. Keempat, doakan supaya dosa-dosaku diampui.” Si Budak memberondong permintaannya kepada Syekh Manshur.

Tanpa merasa terbebani beliau mendoakan Si Budak sesuai yang telah diutarakan dengan lengkap tadi. Usai kejadian ini, Si Budak pelang ke rumah tuannya, saat bertemu dengan majikannya, tanpa basa-basi bahkan tanpa ragu sedikit pun karena tidak melaksanakan perintah tuannya, Si Budak menceritakan semua kejadian yang dialaminya di hari ini.

baca juga: Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul

Di luar dugaan, bukannya mendapat amukan justru tuannya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Si Budak ini, tidak cukup di situ ; “Mulai hari ini, engkau merdeka,” Mendengar ucapan Sang Majikan, berbinar mata Si Budak.

“Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah, wa Asyhadu anna Muhammadarrasulullah.” Tanpa dibimbing tuannya melafalkan kalimat syahadat.

“Aku membagi keseluruhan hartaku denganmu.” Ujar Sang Majikan, dan itu adalah permintaan ketiga Si Budak kepada Syekh Manshur tadi. “Untuk permintaanmu yang keempat (diampuni segala dosanya).” Lanjut tuannya. “itu bukan kuasaku, adaikan hal itu kumampui, niscaya kuampuni seluruh dosamu.”

Saat keduanya sedang dibikin takjub dengan kejadian yang mengharukan ini, tiba-tiba ada suara tanpa rupa (Arab; Hatif) terdengar dari langit dan menggema dalam ruangan rumah;

“Aku bebaskan kalian berdua dari api neraka, kuampuni segala dosa kalian, dan juga untuk Manshur.” Jangan lelah untuk terus mendekat kepada Allah, meminta ampunan dan bimbingan-Nya, sebab kita tak pernah tahu akan seperti apa kita di waktu yang akan datang. Allahu A’lam.[]

Dahsyatnya Doa; Inspirasi Dari Budak Hitam
tonton juga: Tiga Golongan Terbaik | K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Al-Musthofa Publication Dahsyatnya Doa; Inspirasi dari Budak Hitam

Source link