Berita

Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah –

Al-Musthofa Publication Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah -

Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah | Agama Islam adalah agama yang dilaksanakan dengan kemaslahatan pemeluknya. Kemaslahatan yang bersifat individu yang berarti berorientasi pada tauhid, sedangkan kemaslahatan yang bersifat umum mencakup syari’at yang membina kesejahteraan penganutnya.

Hal ini senada dengan yang dipaparkan dalam Kitab Hikmah At-Tasri’ bahwa “Prioritas agama Islam setelah menyampaikan cara bertauhid hablum minallah adalah mengatur bagaimana cara mencapai keadilan dan kesejahteraan pemeluknya, dengan cara melakukan ajaran-ajaran syari’at yang diperintahkan.”

Segala bentuk kemaslahatan-kemaslahatan yang berkaitan—baik kepentingan individu maupun kepentingan orang banyak—sudah tercakup dalam syari’at Islam yang tidak hanya ditempuh dengan cara muamalah, tetapi juga dapat dilakukan dengan konsep ubudiyyah, salah satunya adalah sholat.

Ajaran sholat adalah salah satu ibadah yang istimewa. Sehingga banyak pendapat ulama tasawuf mengatakan bahwa ibadah sholat adalah ibadah yang pertama dihisab kelak. Sedangkan kalau dilihat dari tujuannya, ibadah sholat adalah ibadah yang orientasinya bersifat ukhrowi, seperti yang tercantum dalam Kitab Qowaid al-Ahkam fi Masholih al-Anam.

Akan tetapi, pada realisasinya, ibadah sholat yang sifatnya berjamaah mengandung nilai-nilai sosial bermasyarakat.

Dalam disiplin ilmu fiqih disampaikan beberapa konsep-konsep sholat berjamaah yang mana secara teori tidak terlihat nilai-nilai sosial. Namun, ketika dipraktekkan dalam ruang lingkup masyarakat banyak nilai-nilai sosial yang tersirat di dalamnya.Di antara konsep-konsepnya:

baca juga: Bolehkah Berjamaah dengan Imam Berbeda Aliran?

Kebolehan orang merdeka makmum kepada budak

Hal ini mengindikasikan dan mengajarkan bahwa strata sosial tidak dipandang sama sekali dalam ibadah sholat berjamaah. Semua elemen masyarakat dianggap sama oleh syari’at karena yang dipandang adalah keadaan qolbu setiap insan.

Konsep ini sama dengan pemaparan dalam kitab Hikmah At-Tasri’ wa Falsafatuhu, bahwa perlakuan sama rata atau musawah menjadi prioritas dalam sholat berjamaah. Tidak ada perlakuan khusus terhadap orang kaya harus berada di shof awal atau menjadi imam, juga tidak ada diskriminasi kaum faqir miskin harus berada di shof yang paling belakang.

Menganjurkan untuk melakukannya di masjid

Secara tidak langsung, syariat mengajarkan cara untuk saling mengenal dan membina hubungan persaudaraan dengan adanya intensitas pertemuan yang kuat, yaitu satu hari lima kali.

Dengan adanya pertemuan yang intensif, nantinya akan lebih mudah menumbuhkan ikatan persaudaraan. Hubungan sosial yang  dinamis juga akan terjalin lebih cepat. Sehingga, ketika semakin banyak orang yang berjamaah di masjid, semakin kuat juga ikatan persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat. Hal ini dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang bergejolak di masyarakat.

Anjuran mengingatkan imam yang salah dalam bacaan dan gerakan

Konsep berjamaah lainnya adalah ketika imam salah dalam bacaan atau gerakan, makmum mempunyai wewenang mengingatkannya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengucapkan lafadz subhanallah bagi jamaah laki-laki dan menepukkan tangan bagi jamaah perempuan.

Konsep mudzakaroh atau saling mengingatkan tersebut juga berperan penting dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Di mana saat pemimpin atau imam melakukan kesalahan, maka masyarakat harus mengingatkannya sesuai prosedur, bukan dengan cara-cara yang dapat merenggangkan hubungan masyarakat.

Mengikut kepada gerakan imam

Konsep terakhir berjamaah adalah seorang makmum harus tunduk dan mengikuti gerakan imam. Konsep ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tunduk dan patuh terhadap instruksi dari pejabat atau pemerintah selama tidak menyalahi ajaran syariat.

Sehingga, pelaksanaan sholat berjamaah bukan hanya diorientasikan pada kepentingan seorang hamba dan penciptanya, namun banyak juga nilai-nilai sosial yang disampaikan dan diajarkan dalam sholat berjamaah.[]

Penulis: Firman

tonton juga: Tasawuf Kebangsaan | Ma’had Aly Lirboyo

Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah
Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah

0

Al-Musthofa Publication Dimensi Sosial dalam Sholat Berjamaah -

Source link