Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Masyarakat Mesir dikagetkan dengan dua kereta yang saling bertabrakan pada Jumat (26/3). Tragedi tersebut terjadi di Mesir bagian selatan tepatnya di Provinsi Sohag. Otoritas kesehatan di Mesir melaporkan, 32 orang serta 66 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.


“32 orang tewas dan 66 luka-luka dan dibawa ke rumah sakit,” kata pernyataan Kementerian Kesehatan dikutip dari AFP.


Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan 36 ambulans telah dikirim ke lokasi kejadian untuk mengangkut korban tewas dan membawa korban luka ke empat rumah sakit.


Otoritas perkeretaapian Mesir menyatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kecelakaan dipicu adanya orang yang mengaktifkan rem darurat sehingga membuat kereta berhenti. Setelah itu kereta lainnya menghantam dari arah belakang.


Belum diketahui siapa penumpang yang iseng mengaktifkan rem darurat tersebut. Padahal perjalanan tidak dalam kondisi membahayakan. Pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut dugaan tersebut.


“Kereta-kereta itu bertabrakan saat melaju dengan kecepatan tidak terlalu tinggi yang menyebabkan dua gerbong hancur dan yang ketiga terbalik,” kata seorang sumber keamanan dikutip dari Reuters.


Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir dilanda sejumlah kecelakaan kereta api yang mematikan yang disebabkan infrastruktur yang tidak memadai dan perawatan yang buruk.


Salah satu yang paling mematikan terjadi pada tahun 2002 ketika 373 orang tewas saat  kebakaran melanda kereta yang padat di selatan Kairo.


Pada Maret tahun lalu, setidaknya 13 orang terluka ketika dua kereta penumpang bertabrakan di Kairo, memicu penghentian singkat layanan kereta api secara nasional. Manajer kereta api menyalahkan kecelakaan itu karena sinyal tidak berfungsi dalam cuaca buruk.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link