Berita

Gencar Berbagi Kebahagiaan, Penghantar Doa Mengetuk Pintu Langit

Al-Musthofa Publication Gencar Berbagi Kebahagiaan, Penghantar Doa Mengetuk Pintu Langit

Cilacap, NU Online

Hari itu Ahad (22/8/2021), matahari telah mulai meninggi saat sepeda motor NU Online memasuki halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yabakii 02 Kalisabuk. Puluhan kendaraan roda dua tampak memenuhi tempat parkir motor. Satu unit ambulans berwarna hijau berpadu putih terparkir manis di antara kendaraan yang berjajar. Logo NU Care-LAZISNU Cilacap menjelaskan identitasnya. Di lokasi itulah tengah digelar khitan massal.


Tampak beberapa anak laki-lak berpakaian putih berpadu dengan sarung dan peci duduk menunggu di teras gedung Madrasah. Mereka adalah peserta khitan yang tengah mengantre giliran untuk dikhitan.

 

Di antara mereka tampak seorang anak laki-laki bertubuh subur duduk sendirian. Wajahnya tampak tenang. Tidak ada kekhawatiran di sana. Sesekali matanya mengarah pada pintu ruang kelas di depannya. Rupanya, di ruang itulah anak-anak dikhitan.

 

Afiq nama anak itu. Umurnya baru sembilan tahun. Ia menyambut ramah saat NU Online menyapanya. Tapi ia tampak begitu antusias menunggu antrean.

 

“Saya tak takut dikhitan, karena karena khitan itu kan sunnah,” kata Afiq.

 

Afiq mengaku dirinya ikut khitan massal atas keinginannnya sendiri. Ia ditemani oleh kakaknya.

 

“Saya ditemani kakak. Bapak di rumah mencuci baju karena ibu tidak di rumah. Sedang pergi ke luar negeri cari uang,” tuturnya dengan polos.

 

Afiq berjanji setelah dirinya berkhitan akan rajin melakukan shalat. “Katanya kalau sudah dikhitan, shalatnya nggak boleh bolong-bolong,” tuturnya.

 

Mengetuk pintu langit

Bulan Muharam adalah bulan mulia. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan di dalamnya maka pahalanya akan dilipatgandakan. Inilah yang menjadi landasan bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesugihan melalui pentasarufan Koin NU Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZSIZNU) Kesugihan menggelar khitan massal di bulan yang mulia tersebut.

 

Ketua MWCNU Kesugihan KH Towil Albaha mengatakan itu. Wajahnya tampak antusias memantau jalannya khitan massal. Ia bahkan tak segan menghibur seorang anak yang menangis saat dikhitan. 

 

“Kegiatan khitan massal ini sangat baik. Ini adalah termasuk kegiatan berbagi kebahagiaan. Semoga kegiatan berbagi ini menjadi salah satu ikhtiar batin kita dalam menolak bala di tengah-tengah pandemi ini,” tutur KH Towil Albaha.

 

KH Towil Albaha mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Terutama dalam memakai masker.

 

“Sangat perlu bagi kita melakukan ikhtiar secara lahir maupun batin. Ikhtiar secara lahir tentu saja dengan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana himbauan dari pemerintah,” terang KH Towil Albaha.

 

“Untuk ikhtiar batin, saya selalu menyampaikan dalam setiap pertemuan, agar senantiasa berdoa. Perbanyak baca Qur’an juga, karena Al-Qur’an itu adalah vaksin terbaik. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an adalah obat untuk segala penyakit,” lanjutnya.


“Saya sangat mengapresiasi para pengurus UPZIS Kesugihan yang telah bekerja keras dalam pentasarufan Koin NU ini. Juga kepada pengurus ranting yang telah mendukung para Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) sehingga mereka bisa tetap semangat menjalankan tugas,” lanjut KH Towil Albaha.

 

Menurut KH Towil Albaha, hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu menurutnya sangat penting untuk membangun harmonisasi komunikasi tak hanya dalam internal UPZISNU, tetapi juga dalam hubungannya dengan ranting dan pengurus MWCNU.

 

20 anak ikuti khitan massal  

Sementara itu, Ketua UPZISNU Kesugihan Lukman Hakim kepada NU Online bahwa khitan massal ini berjalan atas kerjasama antara NU Care-LAZISNU Cilacap dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cilacap.


Sebanyak 20 anak mengikuti khitan massal yang digelar di Gedung MI Yabakii 02 Kalisabuk, Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap ini. 

 

“Peserta diambil dari masing-masing ranting yang ada di Kecamatan Kesugihan. Adapun dana yang terserap sebesar 12 juta rupiah,” kata Lukman.

 

Lukman juga menyampaikan bahwa di bulan Muharam ini, selain program khitan massal, UPZIS Kesugihan juga menggelar santunan anak yatim dan tali asih.

 

“Jadi, bukan hanya khitan massal, akan tetapi juga ada santunan anak yatim serta tali asih,” kata Lukman.

 

Libatkan ranting NU

Santunan diberikan kepada 513 orang anak yatim yang ada di Kecamatan Kesugihan. Acara santunan digelar di masing-masing ranting.

 

Adapun tali asih adalah program pemberian bantuan untuk suami atau istri munfiq yang meninggal. Bulan Muharam ini, sejumlah 20 orang munfiq diberi tali asih oleh UPZIS Kesugihan.

 

“Akan tetapi kami menekankan kepada para petugas agar pembagian santunan dilakukan dengan mengguna standar protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan di masing-masing ranting. Sedangkan untuk tali asih langsung di antar ke rumah keluarga duka,” pungkas Lukman.

 

Di masa yang serba sulit akibat pandemi covid-19 ini, ikhtiar secara lahir harus diimbangi dengan ikhtiar batin seperti memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, shalawat dan sedekah untuk menghantar doa dan mengetuk pintu langit. Merendah dan memohon agar pandemi segera berlalu dari bumi hijau Indonesia.

 

Kontributor: Naeli Rokhmah

Editor: Kendi Setiawan

Al-Musthofa Publication Gencar Berbagi Kebahagiaan, Penghantar Doa Mengetuk Pintu Langit

Source link