Berita

Ingatkan, Tunjukkan Saya Jalan Lurus!

Al-Musthofa Publication Ingatkan, Tunjukkan Saya Jalan Lurus!

Tasikmalaya, NU Online

Ajengan KH Ubaedillah Ruhiat didapuk untuk meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren Cipasung selepas wafatnya Ajengan KH Abun Bunyamin Ruhiat. Kiai Ubed mengaku kaget menerima kabar hasil musyawarah tersebut setelah tiba di Pesantren Cipasung selepas pengajian di Bandung, Jawa Barat.

“Saya kaget, karena saya tidak tahu, bahwa barusan adik saya KH Acep Adang dan kakak saya KH Koko, untuk meneruskan Kiai Abun sebagai pimpinan pondok pesantren,” katanya saat menyampaikan sambutan atas nama keluarga pada Pemakaman Ajengan KH Abun Bunyamin Ruhiat di Komplek Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (19/11/2022) sore.

Ia mengaku, bahwa sosoknya bukanlah putra terbaik di antara anak-anak Abah Ajengan KH Ruhiat. Karenanya, jika tidak karena hasil musyawarah keluarga besarnya, ia mengaku enggan menerima amanah yang besar sebagai pengasuh Pesantren Cipasung.

“Kalau bukan hasil musyawarah mufakat keluarga Abah Ruhiat, saya tidak akan menerima amanat ini,” kata sosok yang juga menjadi Penjabat Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya itu.

“Karena saya bukan paling baik di antara saudara-saudara saya, bukan saya yang paling sempurna di antara saudara-saudara saya, bukan saya orang yang paling cerdas di antara keluarga saya, dan bukan orang yang paling berhadap di antara keluarga Abah semuanya,” lanjut Kiai Ubed.

Oleh karena itu, ia meminta kepada segenap keluarga, alumni, dan santri Pondok Pesantren Cipasung untuk dapat mengingatkannya jika terdapat kekeliruan dalam mengemban amanah tersebut.

“Saya mengharap, khususnya keluarga Pesantren Cipasung, apabila saya memengang amanat ini ada kekhilafan, kekeliruan, dan banyak kesalahan, mohon ingatkan. Apabila saya nanti di dalam melaksanakan, belok kiri belok kanan, tolong saudara-saudaraaku tunjukkan saya jalan lurus, yaitu jalan sirathalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdlubi ‘alaihim wa ladllallin,” katanya.

Sebab, Kiai Ubed menjelaskan, bahwa jabatan itu bukan untuk meraih kehormatan diri, kemuliaan diri, apalagi kekayaan. Hal ini justru mengkhawatirkannya karena ia teringat satu sabda Nabi Muhammad saw tentang pertanggungjawaban yang harus dipegangnya selepas mengemban amanah tersebut.

“Saya sebetulnya merasa sedih, merasa takut sekali, merasa khawatir sekali,” ujar Dewan Khos Pencak Silat Pagar Nusa itu.

“Yang saya takuti, hanya satu, sabda Rasulullah saw, kullukum rain wa huwa mas’ulun an raiyyatih, setiap kalian adalah pemimpin, setiap pemimpin akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat. Itu yang saya khawatirkan, tidak sesuai dengan tuntutan Allah dan Rasulullah,” katanya.

Oleh karena itu, Kiai Ubed kembali mengulangi permohonannya agar diingatkan jika ia keliru. “Keluarga Cipasung dan juga para alumni, para kiai, ingatkanlah saya, ingatkanlah saya, tunjukkan jalan, jalan yang menuju ke hadirat Allah swt,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ubed juga memohon doa untuk keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung agar dapat meneruskan perjuangan para pendahulu untuk mengembangkan pesantren demi tegaknya kalimat Allah swt.

“Saya minta kepada seluruh keluarga, seluruh alumni, seluruh santri, doakan kami keluarga Cipasung agar sama-sama memajukan Pondok Pesantren Cipasung untuk mencapai lii’lai kalimatillah, mencapai kemuliaan agama Alah swt,” pintanya.

“Mohon doa kami keluarga Cipasung mendapatkan taufiq dan hidayah dari Allah swt,” lanjut kiai yang menamatkan studi sarjananya di Arab Saudi itu.

Kiai Ubed juga memohon doa untuk Almarhum Kiai Abun, kakandanya, beserta seluruh keluarga Pesantren Cipasung agar berada dalam rida Allah swt dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad saw. “Mudah-mudahan ada dalam rida. Mendapatkan syafaat Rasul,” katanya yang langsung disambut amin dari ribuan pelayat yang turut mengikuti prosesi pemakaman Kiai Abun.

“Yang ditinggal mudah-mudahan diberi kekuatan, ketabahan, keikhlasan, kita sebagai waratsatul anbiya untuk memajukan agama Allah swt, bibarakati ummil Qur’an, Al-Fatihah,” pungkasnya diiringi dengan pembacaan surat Al-Fatihah.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin

Al-Musthofa Publication Ingatkan, Tunjukkan Saya Jalan Lurus!

Source link