Maahad Al Musthofa Mobile

Pesawaran, NU Online

Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pesawaran, Lampung, menggelar bakti sosial dalam rangka peringatan hari lahir ke-66 IPPNU pada 2-3 Maret 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pulau Tegal Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung


Dengan mengusung tema Kolaborasi Pelajar Merajut Persatuan Membangun Peradaban Bangsa, Ketua IPPNU Pesawaran, Rosmasari menyampaikan dengan kegiatan bakti sosial diharapkan ke depannya IPPNU bisa lebih baik lagi dan bisa menjadi percontohan bagi pelajar serta berkontribusi dengan baik di masyarakat.

 

Pada bakti sosial tersebut mereka juga membagikan bingkisan berupa bahan makanan pokok kepada masyarakat. “Masyarakat Pulau Tegal yang terdampak Covid-19 kami berikan sedikit bantuan. Penghasilan utama masyarakat dari para wisatawan (yang datang), sedangkan semenjak Covid-19 wisata Pulau Tegal ditutup dan belum lama ini dibuka kembali,” bebernya, Selasa (2/3) sore.

 

Sementara itu, Pembina IPPNU Kabupaten Pesawaran, Lampung yang juga Ketua Muslimat NU Pesawaran, Hanifah, mengucapkan selamat hari lahir ke-66 IPPNU. Ia berharap pelajar putri NU memiliki rasa cinta tanah air, serta kontribusi membangun bangsa.

 

“Pelajar-pelajar di Pulau Tegal ini agar bisa bergabung di IPNU-IPPNU, sehingga pemuda NU bisa memberikan kontribusi yang positif di masyarakat,” terangnya.

 

Selain itu, dia berharap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diharapkan Pulau Tegal menjadi destinasi baru wisata di Kabupaten Pesawaran.

 

Organisasi IPPNU didirikan pada tanggal 2 Maret 1955 di Malang, Jawa Timur dengan kepanjangan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Pada peringatan harlah ke-66 tahun ini, Steering Committee (SC), Putri Eka Kusuma Wardani menjelaskan konsep perancangan logo harlah. Menurutnya logo melambangkan terciptanya kolaborasi ide gagasan yang responsif dan inovatif untuk membangun peradaban yang maju di masa mendatang.   

 

“Filosofi logo Harlah ke-66 ini kan ada sepasang telinga kelinci, dengan telinga kelinci yang panjang bermakna IPPNU menjadi pendengar suara dari segala arah, bergerak mandiri secara berbeda. Artinya, sebagai pelajar putri dituntut agar dapat mengkolaborasikan ide dan gagasan yang berbeda agar tercipta sebuah aksi yang inovatif untuk eksistensi organisasi,” kata Putri.

 

 

 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpesan agar kader IPPNU kembali ke cita-cita pendirinya, yaitu menegakkan Islam Ahlussunah wal Jamaah. Meneladani tokoh-tokoh pendahulu itu, kata Kiai Said, juga merupakan arti penting daripada harlah, tujuannya adalah untuk tetap berada di jalan yang benar. Selain itu Kiai Said juga berpesan bahwa IPPNU juga harus mampu menyiapkan diri di masa depan agar mampu menghadapi setiap tantangan yang terjadi.  

 

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU 1996-2000 Hj Safira Machrusah ada tiga hal yang harus dimiliki kader IPPNU, yakni brain yang merujuk pada kecerdasan, beauty yang berarti kecantikan, dan behaviour yang bermakna perilaku. “Saya harap IPPNU mempunyai tiga itu. kalau tiga ini bisa seimbang, IPPNU akan menjadi leading untuk terutama mengambil peran pada bonus demografi,” katanya.  

 

 

 

Kontributor: Ahmad Rofi

Editor: Kendi Setiawan

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link