Berita

Islam Agama yang Menyerukan Kesehatan –

Al-Musthofa Publication Islam Agama yang Menyerukan Kesehatan -

Khutbah Jumat: Islam Agama yang Menyerukan Kesehatan

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الْقَائِلُ : وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ  جَمِيْلُ يُحِبُّ الْجَمَالَ، نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. صَلُّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Hadirin jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah SWT

Datangnya agama Islam tidak lain mengajak kepada manusia untuk memperbaiki ruh dan hati dengan aqidah yang benar. Di samping itu, agama Islam juga mengajak agar manusia berperilaku sehat. Karena dengan badan yang sehat, manusia dapat beribadah dan bekerja sebagai lantaran untuk menggapai jalan akhirat (mendapatkan ridha Allah SWT). Tanpa badan yang sehat, seseorang akan merasa berat untuk beribadah maupun beraktivitas seperti biasanya.

Di dalam sebuah hadis dijelaskan;

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dibandingkan mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)[1]

Yang dikehendaki dari hadis ini adalah kuat untuk melakukan ibadah, ketaatan kepada Allah SWT dan amalan-amalan akhirat. Sehingga menjaga kesehatan adalah anjuran yang tidak dapat ditolak.

Hadirin jama’ah Jum’at rohimakumulloh

Kesehatan dan keselamatan badan merupakan nikmat yang sangat besar yang diberikan Allah SWT kepada makhluknya. Kesehatan ini harus dijaga. Jangan sampai dirusak dengan perbuatan kita yang tidak baik. Dan dengan diberikannya nikmat sehat ini, seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Karena kelak, hal ini akan dipertanyakan Allah pada Hari Kiamat. Rasulullah bersabda;

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُسْأَلُ عَنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ – يَعْنِي العَبْدَ مِنَ النَّعِيمِ – أَنْ يُقَالَ لَهُ: أَلَمْ نُصِحَّ لَكَ جِسْمَكَ، وَنُرْوِيَكَ مِنَ المَاءِ البَارِ

“Sesungguhnya nikmat yang akan ditanyakan pada hamba pertama kali di Hari Kiamat kelak adalah persoalan: “Bukankah kami telah memberikan kesehatan pada badanmu dan telah memberikan padamu air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi)[2]

Hadirin jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah SWT

Cara Islam mengajak kepada manusia untuk menjaga kesehatan adalah dengan lantaran memerintahkan untuk melakukan wudhu, mandi dan lain sebagainya. Wudhu dan mandi adalah perintah yang paling sederhana agar kita dapat menjaga kesehatan. Karena dengan berwudhu dan mandi, akan dapat membangkitkan energi baru di dalam tubuh, menghilangkan kotoran. Sehingga dalam menjalankan aktivitas tubuh kita menjadi bersemangat.

Maka tidak heran jika Rasulullah SAW menjadikan kebersihan merupakan bagian dari iman. Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad Saw:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Rasulullah bersabda: “Kebersihan merupakan sebagian dari iman.” (HR. Muslim)[3]

Selain itu, wudhu dan mandi termasuk dari salah satu senjata kaum Mukmin. Karena dapat menjauhkan dari sifat bosan, malas, lesu dan jenuh. Di mana hal ini harus dijauhi bagi orang-orang Mukmin.

Senantiasa melakukan wudhu juga merupakan anjuran yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Hal ini seperti yang dalam sabdanya:

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

“Sesungguhnya ummatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajah dan anggota wudhu`nya dari bekas wudhu, maka barangsiapa dari kalian yang dapat memanjangkan sinarnya maka hendaknya ia lakukan.” (HR. Bukhari)[4]

Hadirin jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah SWT

Selain itu, seruan agama Islam untuk menjaga kesehatan adalah mencegah seseorang untuk makan dan minum melebihi kapasitasnya. Sebab dalam al-Qur’an dijelaskan:

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Makan dan minumlah kalian semua, dan jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Di antara seruan menjaga kesehatan yang lain seperti; perintah melakukan shalat, di mana dalam setiap gerakan shalat memiliki relaksasi yang sangat baik untuk kesehatan. Kemudian perintah membayar zakat, yang dalam manfaatnya dapat membersihkan harta dan penyakit hati (jiwa). Dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak bisa dipaparkan satu persatu pada kesempatan khutbah kali ini.

Hadirin sidang Jumat yang kami muliakan  

Telah sampai kepada kita bahwa agama Islam adalah agama yang benar. Agama yang mendatangkan kepada manusia akan kebaikan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah, agar dapat melaksanakan ibadah dan beraktivitas dengan nyaman.

Ya Allah rahmatilah kami, baguskanlah hati kami, berikanlah kesehatan kepada kami, dan lindungilah kami dari kejahatan yang dilakukan oleh diri kami sendiri.

اَللَّهُمَّ احْفِظْ عَلَيْنَا صِحَّتَنَا وَاَبْدَانَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِيْنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمْ.

baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Memiliki Nikmat Iman
tonton juga: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua | KH. M. Anwar Manshur

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. وأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ. اللهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا عَلَى عَبْدِكَ  وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أَمَّا بَعْدُ ) فَيَآاَيُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ . وَاعْلَمُوْا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اَللهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ السِتَّةِ الْمُتَمِّمِيْنَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرَامِ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اَللهمَّ لَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَةً ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوَالِ يَومِ الْقِيَامَةِ اَللهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. ودَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. اَللهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا. وَاجْعَلِ اللهمَّ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. اَللهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِميْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً  وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.


[1] صحيح مسلم (4/ 2052)
[2] سنن الترمذي ت شاكر (5/ 448)
[3] صحيح مسلم (1/ 203)
[4] صحيح البخاري (1/ 39)

1

Al-Musthofa Publication Islam Agama yang Menyerukan Kesehatan -

Source link