Berita

ISNU Jatim Latih 100 Pendamping Proses Produk Halal di Bojonegoro

Al-Musthofa Publication ISNU Jatim Latih 100 Pendamping Proses Produk Halal di Bojonegoro

Bojonegoro, NU Online

Upaya mendukung percepatan pencapaian Jawa Timur sebagai pusat halal Indonesiia terus dilakukan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur. Setelah dilakukan di Malang, Madiun, Lamongan dan Surabaya, sebanyak 100 orang pendamping dari Bojonegoro mengikuti Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Aula SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro.

Selama dua hari, Ahad sampai Senin (20-21/3/2022) secara daring dan luring, mereka dilatih untuk menjadi pendamping Usaha Mikro dan Kecil untuk mendapatkan sertifikasi halal melalui jalur self declare (pernyataan mandiri).

Dalam sambutannya, Ketua PW ISNU Jatim Mas’ud Said menyatakan, pelatihan ini merupakan upaya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para pendamping yang dari awalnya tidak tahu menjadi paham dan ahli.

“Oleh karena itu para pendamping harus bersungguh-sungguh. Sebab, persoalan halal haram perlu penguasaan materi yang mumpuni dan pemahaman menyeluruh sehingga masyarakat khususnya umat Islam benar-benar mendapatkan suguhan halal dari produk-produk yang disertifikasi”, paparnya.

Ia menjelaskan, baik Gubernur Jawa Timur maupun Bupati Bojonegoro sudah sepemahaman terkait dengan pengarusutmaan isu-isu halal dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Tujuannya agar keinginan provinsi Jawa Timur menjadi pusat halal Indonesia didukung sepenuhnya oleh masyarakat Bojonegoro.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mendukung penuh penuh pelatihan yang diselenggarakan ISNU Jatim ini. Ia menjelaskan bahwa semenjak pandemi berakhir, perekonomian masyarakat Bojonegoro berangsur-angsur membaik dan naik terus, termasuk sektor pertanian dan industri pengolahan, bahkan mengalami kenaikan yang signifikan. 

Bupati Anna Muawanah optimis perkembangan perekonomian Bojonegoro dan Jawa timur akan terus membaik. Beberapa hal yang dilakukannya untuk mendukung upaya itu adalah dengan memperluas perekonomian.

Bidang halal, menurut Bupati Ana, menjadi sumber ekonomi baru yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Meski posisi Indonesia saat ini di peringkat keempat di industri halal global. Namun ia melihat justru hal ini menjadi potensi sekaligus peluang bagi kabupaten Bojonegoro untuk mengisinya dengan meningkatkan industri halal.

“Tahun lalu IPM kami mengalami kenaikan 0,55 persen yang itu menjadi terbaik keempat se-Jawa Timur. Tentu hal ini juga menjadi modal kami untuk mengakselerasi industri halal di Jawa Timur,’ ujar Bupati yang menyandang Doktor Manajemen Lingkungan dari Universitas Negeri Jakarta ini.

Sementara itu, Kasi Bimas Kemenag Bojonegoro Abdullah Hafidz menjelaskan, selain umat Islam, produk-produk halal juga ditujukan kepada masyarakat non-muslim. Kemenag Bojonegoro akan menindaklanjuti program-program yang diinisiasi ISNU terkait isu halal melalui penyuluh-penyuluh halal yang ada di masing-masing kecamatan.

Ia mengakui saat ini mesih banyak produk-produk yang belum bersertifikat halal, bukan hanya makanan,  melainkan juga kosmetik, fashion, obat-obatan dan sebagainya. Menurutnya, isu halal harus di-massive-kan kepada masyarakat sehingga Bojonegoro bisa menjadi pusat halal di Jawa Timur.  

“Jika yang dikonsumsi bukan makanan halal, maka kemungkinan hidup susat itu semakin besar. Oleh karena itu, kami siap mendukung. Kami punya satgas halal juga yang bisa bergerak dengan penyuluh-penyuluh,” sebutnya.

Adapun Ketua PC ISNU Kabupaten Bojonegoro, Yogi Prana Izza mengharapkan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pasalnya pendamping proses produk halal ini nantinya akan membantu IKM dan UKM di Kabupaten Bojonegoro.

“Banyak manfaatnya, selain mendapat pengetahuan. Peserta akan menjadi pendamping PPH, membantu masyarakat yang mempunyai produk usaha memiliki sertifikat halal,” pungkasnya.

Kontributor: Muhammad Yazid
Editor: Syakir NF

Al-Musthofa Publication ISNU Jatim Latih 100 Pendamping Proses Produk Halal di Bojonegoro

Source link