Berita

Jadikan Sabar dan Ikhtiar Prioritas Hadapi Pandemi 

Al-Musthofa Publication Jadikan Sabar dan Ikhtiar Prioritas Hadapi Pandemi 

Jakarta, NU Online


Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid menyampaikan bahwa sabar dan ikhtiar perlu dijadikan sebagai prioritas utama di tengah situasi pandemi yang masih belum mereda hingga kini. Segala cobaan dan ujian pandemi ini kiranya dapat disikapi dengan selalu bersabar dan berikhtiar melalui amalan-amalan baik seraya berhusnudzon kepada Allah swt. 


“Ketika kita menyikapi semuanya dengan penuh kesabaran dan ikhtiar yang dihiasi amal saleh, insyaallah kita akan menjadi umat yang lulus dari ujian ini,” kata kiai yang akrab disapa Gus Reza itu saat memberi Tausiah pada acara Pembacaan Shalawat Nariyah dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah, Senin (5/7) malam. 


Sebaran virus juga merupakan ujian yang wajib dihadapi untuk lebih mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Karenanya, ketika mendapatkan ujian dan kesusahan hendaknya tidak terlena dalam kesedihan yang justru membuat jauh dari Allah swt. Sebab, dalam kesabaran terdapat ganjaran atau derajat yang lebih baik.


“Kita husnudzan saja, berbaik sangka kepada Allah atas apa yang telah diberikan-Nya. Ketika cobaan yang diberikan semakin besar berarti apa yang akan diberikan oleh Allah kepada kita akan semakin besar,” pinta Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini. 


Kondisi ini memang membuat banyak orang berada dalam situasi sulit. Namun, jangan sampai kesulitan hidup akibat pandemi dijadikan alasan untuk terus meratap dan mengeluh. Akan lebih baik, tutur Gus Reza, apabila momentum ini dimanfaatkan untuk memperbanyak muhasabah diri agar menjadi lebih tahu dan paham tuntunan agama dan perlunya beragama. 


“Barang siapa yang ridha dengan cobaan Allah kepada dirinya maka dia akan mendapatkan keridhaan dari Allah,” tuturnya. 


Ia berharap, dengan mengambil hikmah adanya wabah virus Corona, tingkat kesabaran dan keikhlasan terus menguat, sehingga terhindar dari sikap putus asa dan bersedih hati. Selain itu, menurutnya, dorongan berdoa juga menjadi hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan. Karena, doa mengandung energi optimisme dan harapan yang bisa memberi dampak positif bagi setiap orang.


“Jangan sampai bosan berdoa meminta kepada Allah supaya kita semua bisa menjalani dan melalui semua cobaan ini,” jelasnya.


Lebih lanjut, mengutip nasihat dari Al-Habib Salim As-Syatiri, Gus Reza mengatakan barang siapa yang membaca istighfar dengan kalimat sederhana sebanyak 1000 kali dengan istiqamah maka Allah akan cukupkan kehidupannya. 


“Simpelnya, bacalah astagfirullahal ‘adzim 1000 kali selama satu tahun dengan istiqomah, karena dengan mendawamkannya (melanggengkannya) insyaallah kita akan diberi kecukupan oleh Allah swt,” terangnya. 


Kontributor: Syifa Arrahmah 

Editor: Syakir NF

 

Al-Musthofa Publication Jadikan Sabar dan Ikhtiar Prioritas Hadapi Pandemi 

Source link