Berita

Kekuatan Melemah, Frekuensi makin Jarang

Al-Musthofa Publication Kekuatan Melemah, Frekuensi makin Jarang

Jakarta, NU Online 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 367 gempa susulan yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, sejak gempa pertama kali berkekuatan 5,6 magnitudo pada 21 November 2022 lalu.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono melaporkan bahwa gempa susulan yang terus terjadi di Cianjur itu, kini sudah mulai melemah dan semakin jarang. 

“Update Gempa Susulan Cianjur  s/d Jumat 2 Desember 2022 pkl 06.00 WIB terjadi 367 kali gempa. Kekuatan melemah dan frekuensi makin jarang,” ungkapnya melalui akun twitter @DaryonoBMKG, dikutip NU Online, Jumat (2/12/2022).

Berdasarkan catatan BMKG, gempa Cianjur 5,6 magnitudo didahului oleh tiga kali gempa pembuka yang terjadi pada 21 November 2022.

Pertama, gempa berkekuatan 2,4 magnitudo pada pukul 00.17.12 WIB. Kedua, gempa 2,9 magnitudo pukul 00.19.10 WIB. Ketiga, gempa 2,2 magnitudo pukul 15.07.39 WIB. 

BMKG juga mencatat, pada 21 November 2022 telah terjadi 104 kali gempa. Kemudian pada 22 November terjadi 55 gempa), 23 November (20 gempa), 24 November (35 gempa), 25 November (37 gempa), 26 November (18 gempa), 27 November (25 gempa), 28 November (19 gempa), 29 November (23 gempa), 30 November (12 gempa).

Lalu pada 1 Desember 2022, kemarin, telah terjadi 15 kali gempa susulan. Sementara pada 2 Desember 2022 hari ini, hingga pukul 06.00 WIB, terjadi 4 kali gempa susulan. 

Data Korban Gempa Cianjur

Data korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 329 jiwa meninggal dunia dan terdapat 11 orang hilang yang belum berhasil ditemukan.

Hal ini lantaran tim gabungan berhasil menemukan satu jenazah dalam operasi pencarian, pada Kamis (1/12/2022) kemarin, di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Sementara itu, jumlah korban luka berat akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 595 orang. 59 di antaranya korban luka berat masih mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit.

Survei Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (PPPA) mencatat jumlah pengungsian hingga Kamis kemarin.

Jumlahnya, ada 114.414 pengungsi yang terdiri dari laki-laki sebanyak 54.695 jiwa dan 59.755 jiwa perempuan. Mereka tersebar di 492 titik dengan rincian 327 titik terpusat dan 120 titik pengungsian mandiri. Dari jumlah data pengungsi itu, terdapat penyandang disabilitas sebanyak 146 jiwa, ibu hamil 380 jiwa, dan lansia 7.309 jiwa. 

Gempa Cianjur juga menyisakan kerugian material. Di antaranya berupa rumah rusak sebanyak 24.107 unit. Rinciannya, rumah rusak berat sebanyak 5.631, lalu 7.273 rusak sedang, dan 11.203 rumah rusak ringan.
 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Syamsul Arifin 

Al-Musthofa Publication Kekuatan Melemah, Frekuensi makin Jarang

Source link