Berita

Khutbah Jumat: 7 Kalimat yang Penting Diucapkan Tiap Hari

Al-Musthofa Publication Khutbah Jumat: 7 Kalimat yang Penting Diucapkan Tiap Hari

Materi khutbah Jumat ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa mengiri aktivitas kehidupan kita dengan nilai-nilai ibadah. Hal ini karena misi utama diciptakannya manusia ke muka bumi ini tiada lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Untuk memberikan nilai lebih dari setiap aktivitas sehari-hari, ada 7 kalimat pendek namun penting untuk senantiasa dibaca dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita bisa mengamalkannya dengan baik.

Teks khutbah Jumat berikut ini dengan judul “Khutbah Jumat: 7 Kalimat yang Penting Diucapkan Tiap Hari” Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat! 

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ التّقْوَى خَيْرَ الزَّادِ وَاللِّبَاسِ وَأَمَرَنَا أَنْ تَزَوَّدَ بِهَا لِيوْم الحِسَاب أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ رَبُّ النَّاسِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَوْصُوْفُ بِأَكْمَلِ صِفَاتِ الأَشْخَاصِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وسَلّمْ تَسليمًا كَثِيرًا ، أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Di antara rukun khutbah Jumat yang harus dilakukan oleh para khatib adalah menyampaikan wasiat takwa. Sebagai sebuah rukun yang tak boleh terlewatkan, maka pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak kepada para jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa bertakwa dan patuh kepada Allah dengan menjalankan segala yang diperintahkanNya dan juga menjauhi dan meninggalkan segala yang dilarang Allah swt. Takwa ini juga yang ditegaskan Rasulullah saw dalam haditsnya, merupakan faktor yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga:

سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ اَلْجَنَّةَ؟ قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ 

Artinya: “Rasulullah pernah ditanya perihal sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga. Ia menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik’.” (HR Abu Hurairah)

Dalam hadits tersebut kita melihat bahwa selain takwa, akhlak yang baik juga menjadi faktor dominan orang masuk surga. Akhlak yang baik ini bisa terlihat dari perilaku serta perkataan seseorang saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Jika seseorang berakhlak baik, maka dalam setiap perkataan dan perbuatannya akan terlihat kedekatannya pada Allah swt. Dari mulutnya akan keluar kalimat-kalimat mulia dalam mengiringi aktivitasnya, sebagai wujud penghambaan kepada Allah swt. 

Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib ingin menyampaikan 7 kalimat mulia dan penting yang perlu diucapkan untuk mengiringi aktivitas setiap hari sehingga lebih memiliki nilai ibadah. Semakin sering kita mengucapkan kalimat-kalimat ini, maka insyaAllah hubungan kita dengan Allah semakin dekat. Dengan dibiasakannya kalimat-kalimat keluar dari mulut, maka karakter akhlak mulia bisa terpatri dan terwujud dan aktivitas kita.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Pertama adalah mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”. Kalimat ini digunakan untuk mengawali berbagai aktivitas. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kalimat “bismillah” mengandung keberkahan. Dengan membaca kalimat ini, bermakna bahwa kita mengawali aktivitas dengan menyebut dan mengingat dzat yang paling berkuasa dalam kehidupan ini yakni Allah swt. Hal ini juga akan lebih menyadarkan kepada kita bahwa semua hasil dari yang kita lakukan nantinya tidak akan lepas dari kehendak Allah swt, baik keberhasilannya maupun kegagalannya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 82-83:

اِنَّمَاۤ اَمْرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَا دَ شَیْئًـا اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ. فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَـكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya urusannya, apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, jadilah!. Maka jadilah sesuatu itu. Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.”

Kedua adalah mengucapkan “Alhamdulillahirabbil alamin”. Kalimat ini harus kita biasakan untuk diucapkan setelah menjalankan berbagai aktivitas sebagai ungkapan syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan dan menyelesaikan aktivitas. Dengan rasa syukur ini juga, kita berharap Allah melipatgandakan segala nikmat yang telah dianugerahkan-Nya. 

Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur’an surat Ibrahim Ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ 

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Ketiga adalah mengucapkan “Astaghfirullahal azhim”. Sebuah kalimat yang harus diucapkan jika kita berbuat sebuah kesalahan dan dosa. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang menekuni istighfar akan mendapat kemudahan saat menghadapi kesulitan dan akan diberi rezeki dari arah yang tidak terduga:

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Barang siapa yang menekuni istighfar, Allah akan membuat setiap kesedihan menjadi kelonggaran, setiap kesempitan menjadi jalan keluar, dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Ibnu Majah)

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Keempat adalah mengucapkan “InsyaAllah”. Kalimat yang kita bisa diucapkan saat kita akan melakukan sesuatu pada masa yang akan datang dan belum mengerjakannya. Mengucapkan InsyaAllah merupakan perintah Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat al-Kahfi ayat 23-24:

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله 

Artinya: “Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Aku akan melakukannya besok.’ Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.” 

Ayat ini memuat hikmah yang sangat mendalam sekaligus pendidikan bagi kita tentang pentingnya rendah hati dan tidak melulu mengandalkan kemampuan pribadi. Hal ini karena ada kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya yakni Allah swt.

Kelima adalah mengucapkan kalimat “La haula wa la quwwata illa billah”. Kalimat ini digunakan untuk mengungkapkan pengakuan keterbatasan manusia atas kuasa Allah SWT. Hal ini sesuai dengan artinya yakni: “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.” 

Dalam hadits riwayat Ibnu Abid Dunya, Rasulullah menegaskan bahwa siapa saja yang membaca kalimat ini setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran. Rasulullah pun menyebut bahwa kalimat ini merupalkan simpanan surga dengan sebuah sabdanya:

يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلى يَا رَسُوْلَ الله، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Artinya: “Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu suatu simpanan dari berbagai simpanan surga?” Aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Kemudian beliau bersabda: “La haula wala quwwata illa billah.” (HR al-Bukhari).

Keenam adalah mengucapkan kalimat “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun”. Sebuah kalimat yang diungkapkan ketika kita mendapatkan ataupun mendengar sebuah musibah seperti kematian ataupun musibah-musibah lainnya. Kalimat yang disebut sebagai kalimat istirja’ ini adalah ungkapan kesadaran bahwa semua yang di dunia ini adalah berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Dengan mengucapkan kalimat ini, kita meminta kepada Allah untuk senantiasa menganugerahkan kesabaran dan ketabahan. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 155-156:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156)

Artinya: “155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan; dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 156. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.”.

Ketujuh adalah mengucapkan kalimat “La ilaaha illalah”. Kalimat tauhid ini adalah salah satu zikir paling utama karena lebih berat dari dunia seisinya dan mampu lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah swt. Kalimat ini bukan hanya kalimat pengakuan atas keesaan Allah swt, namun juga disebut sebagai kunci surga. Rasulullah menyebut bahwa orang yang menjelang ajalnya mengucapkan kalimat ini maka akan masuk surga.

عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya: “Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’” (HR. Imam Abu Daud)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Demikianlah 7 kalimat penting yang patut kita ucapkan setiap hari dalam berbagai dinamika kehidupan sehari-hari sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah swt. Semoga kita bisa mengamalkannya dengan baik dan istiqamah. Amin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung

Al-Musthofa Publication Khutbah Jumat: 7 Kalimat yang Penting Diucapkan Tiap Hari

Source link