Berita

Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul

Al-Musthofa Publication Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul

Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul

Semua orang pasti mengalami permasalahan yang rumit atau memiliki kebutuhan yang harus ia cukupi dalam kesehariannya, baik keadaan kebutuhan tersebut remeh atau dianggap urgen. Hal itu sudah menjadi fitrah manusia yang akan selalu butuh kepada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ اِلَى اللّٰهِ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS. Fatir: 15)

Ketika manusia butuh kepada sesuatu, maka hendaklah berdo’a kepada Allah dengan harapan kebutuhannya dapat dipenuhi. Allah Swt berfirman:

ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan permintaanmu.” (QS. Ghafir: 60)

Atau sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ، وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ.

“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, walaupun sebatas meminta garam, bahkan meminta tali sandalnya ketika putus.” (HR. Sunan Tirmidzi)[1]

Hadis ini menunjukkan perintah Nabi kepada umatnya untuk senantiasa berdo’a kepada Allah Swt, walaupun hal tersebut terbilang remeh. Hal-hal yang remeh saja diperintahkan untuk berdo’a kepada Allah Swt, apalagi ketika kebutuhan itu terbilang urgen dan mendesak untuk dikabulkan.

Tonton juga: Doa Bersama Dalam Rangka Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76

Ketika hal seperti ini terjadi kepada kita, maka kita disuruh untuk melakukan shalat hajat, seperti yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam sabdanya:

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةٌ، أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang memiliki hajat kepada Allah atau kepada salah seorang dari anak manusia, maka hendaknya berwudhu dan memperindah wudhunya, untuk melaksanakan shalat dua rakaat. Kemudian hendaklah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw.” (HR. Sunan Tirmidzi)[2]

Pengertian dan Panduan Shalat Hajat

Shalat hajat adalah shalat yang dikerjakan dengan maksud meminta kepada Allah Swt agar segala kebutuhan dan permasalahan hidup yang menghimpit dapat dilapangkan jalannya.

Panduan melakukan shalat ini pada dasarnya sama dengan keumuman shalat yang lain. Hanya saja terdapat perbedaan dalam dzikir setelah melakukan shalat ini. Niat shalat hajat ini sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

“Saya berniat melakukan shalat sunnah hajat dua rakaat karena mengharap ridha dari Allah Swt.”

Setelah selesai melaksanakan shalat hajat, dianjurkan untuk membaca hamdalah dan shalawat, kemudian membaca dzikir seperti yang telah di ajarkan oleh Nabi, yaitu:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu akan sesuatu yang dapat mendatangkan rahmat-Mu, ampunan-Mu, dapat mengerjakan semua kebaikan, dan terpelihara dari setiap dosa. Jangan tinggalkan kami berdosa dan merasakan kesusahan kecuali Engkau ampuni dan diberikan jalan keluar. Dan jangan tinggalkan segala kebutuhan yang engkau ridhai kecuali Engkau penuhi hajat tersebut. Wahai Dzat yang Maha Pengasih orang-orang yang dikasihi.”[3]

Setelah do’a ini dibaca, kemudian berdo’a akan kebutuhan yang ingin segera dikabulkan oleh Allah Swt.

Baca juga: Kesejatian Makna Cinta Tanah Air

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan
  1. Dalam melakukan shalat hajat, dapat dilakukan kapan saja, selain waktu yang telah diharamkan untuk melakukan shalat (waktu tahrim).
  2. Shalat hajat ini dapat dilakukan bersamaan dengan shalat tahiyatul masjid, seperti keterangan yang terdapat dalam kitab Nihayah az-Zain.[4]
  3. Dzikir setelah melaksanakan shalat hajat yang telah dijelaskan di atas, hanya sebatas kesunahan saja untuk membacanya. Bisa juga diganti dengan dzikir-dzikir lain yang lebih mudah.

Demikian tatacara shalat hajat, agar segala keinginan dapat segera dikabulkan. Dan semoga keterangan yang ringkas ini dapat diamalkan dan bermanfaat.[]

Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul


[1] Abu Musa at-Turmudzi, Sunan Turmudzi, hlm 481, vol. 5, (CD: Maktabah Syamilah)
[2] Abu Musa at-Turmudzi, Sunan Turmudzi, hlm 603, vol. 1, (CD: Maktabah Syamilah)
[3] Ibit.
[4] Nawawi al-Batani, Nihayah az-Zain, hlm. 105 (CD: Maktabah Syamilah)

Al-Musthofa Publication Kiat Mustajabah agar Keinginan Cepat Terkabul

Source link