Maahad Al Musthofa Mobile

Semarang, NU Online  

Masjid memiliki peran penting dalam membina masyarakat. Bagi Nahdlatul Ulama (NU), selain tempat ibadah, masjid merupakan pusat kebudayaan masyarakat. Masyarakat yang religius dan taat pada pemerintah dapat dibentuk salah satunya melalui masjid. Karena itu, merawat masjid harus dilakukan secara fisik masjid, membina praktik keagamaan, dan bernegara jama’ah.

 

Hal inilah yang dilakukan Pengurus Pusat (PP) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dalam kemasan Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah untuk menyambut hari lahir (Harlah) ke-98 NU menurut hitungan penanggalan Hijriah.

 

“BBM Berkah ini dijalankan di seluruh Indonesia, targetnya 500 masjid di Semarang, lebih sampai 1000 juga gak apa,” kata Wakil Ketua PP LTMNU Idris Bachtiar di sela kegiatan BBM Berkah di Masjid Al-Hidayah, Jalan Jolotundo, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (3/3).

 

BBM Berkah sebagai kegiatan yang lebih santai atau tidak formal. Menurutnya, dimaksudkan untuk merawat sekaligus menyerap berbagai aspirasi para takmir masjid yang berhaluan Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) ala NU.


“Menyemarakkan Harlah ke-98 NU, menyongsong Satu Abad NU, sekaligus melihat perkembangan dan menyerap aspirasi atau persoalan yang dihadapi para takmir masjid. Semarang bukan yang pertama, tapi rangkaian program yang hari ini serentak di Kota Bandung, Tuban, Tegal, Riau, Sidoardo, dan Lampung,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Gus Idris mengungkapkan, kegiatan LTMNU untuk membina masjid ada banyak seperti pelatihan pengelolan manajemen masjid, pemberdayaan perekonomian masjid, pembinaan imam dan khatib, dan sebagainya. 

 

“Ini merupakan ikhtiar kita merawat masjid dan jamaah agar tetap memegang teguh amaliah NU,” tegasnya.

 

Dengan terjun langsung ke tingkat kecamatan atau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) diharapkan semangat untuk merawat masjid tetap terjaga. “Ghirah atau semangat menjadikan masjid sebagai pusat peradaban masyarakat ini harus dijaga, dikawal dengan baik. Dengan demikian, aktivitas para muharrik atau penggerak masjid menjadi lebih baik,” tuturnya.

 

Atas program tersebut Rais MWCNU Gayamsari, Kota Semarang KH Darsono Ruba’i mewakili para takmir masjid di wilayahnya yang tersentuh program tersebut mengucap terima kasih. Menurutnya, silaturahim yang dikemas dengan program BBM Berkah sangat tepat dan bermanfaat. 

 

“Nashrun minallahi wa fathun qariib, jazaakumullahu khairan katsiiran, semoga Allah Taala memberikan pertolongan, kemudahan untuk aktivitas kita merawat masjid,” doanya.

 

Koordinator BBM Berkah KH Mujahidin menambahkan, kegiatan perawatan fisik di masa pandemi Covid-19 ini menjadi momen kebangkitan MWCNU untuk merawat pegiat organisasi kemasjidan.  “MWCNU perlu kita sowani untuk bisa bergerak dalam program BBM Berkah sehingga bisa membuat tim BBM Berkah yang bergerak di semua masjid kecamatan,” ungkapnya.

 

Disampaikan, banyak program yang dianggap sepele tapi penting untuk dilakukan. Hal itu berdasarkan hasil menyerap aspirasi para takmir. “Sering ada kasus masjidnya NU tapi yang bersih-bersih kelompok lain. Nah, ini jangan sampai terjadi, kalau bisa masyarakat bergerak sukarela menjaga kebersihan masjid,” tuturnya.

 

Selain itu, ada juga masjid yang sudah berkembang secara fisik dan kegiatan. Karena itu ia meminta untuk berinovasi dalam membuat program masjid. “Masjid yang sudah bagus jangan dipersempit programnya,” pesannya. 

 

Menurutnya, pembekalan keagamaan kepada yang masih hidup dan mendoakan yang yang sudah meninggal perlu dilakukan. “Mengajak tertib menjaga kebersihan masjid agar memberi rasa nyaman dalam ibadah, mengajak tertib sehingga menjadi salamatan fid-din wa’afiyatin fil-jasad,” tuturnya.

 

Perlu diketahui, beberapa hari lalu sudah dilaksanakan kegiatan serupa di Masjid An-Nur Bulu Lor Semarang Utara, Masjid Al-Hikmah Satria Barat, Semarang Utara, Masjid Raudlatul Makwa Bawangan, Gayamsari, Masjid Darussa’adah Tlogosari Kulon, Pedurungan.

 

“Terima kasih untuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga berkah dan bermanfaat,” tutupnya. 

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Abdul Muiz

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link