Maahad Al Musthofa Mobile

Jombang, NU Online

Aspek kemandirian dan pemberdayaan ekonomi Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Jombang, Jawa Timur digarap kian serius. Seperti yang dilakukan oleh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Diwek, Jombang dengan meluncurkan warung angkringan khas Jogja. Usaha kreatif ini diharapkan menjadi salah satu penopang kemandirian ekonomi organisasi dan pengurus.


“Ansor berusaha seperti ini sudah pas. Ansor sebagai jagonya NU Harus serba bisa, dari sektor ekonomi sampai sektor ibadah. Saya berharap Banom dan lembaga yang lain bisa bergerak untuk kemandirian organisasi seperti yang Ansor lakukan,” ujar Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek, KH Hamdi Sholeh, Ahad (21/3).


Warung angkringan tersebut terletak di sisi pojok utara halaman kantor MWCNU Diwek. Posisi ini cukup strategis, lantaran berada tepat di pinggir jalan raya dan menjadi perlintasan banyak orang. Di samping kanan-kirinya juga ada warung kopi dan makanan yang biasanya menjadi pilihan warga untuk sekadar nongkrong atau menghilangkan haus dan lapar. Adanya warung Ansor ini menambah pilihan bagi pengunjung.


Pengasuh Pondok Pesantren Anak Sholeh, Desa Keras, Diwek ini mengapresiasi ide cemerlang pendirian warung tersebut. Di samping sektor ekonomi organisasi nantinya bisa terus bergerak, tentu kantor MWCNU juga menjadi semakin ramai.


Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Diwek, M Muzani mengungkapkan, warung angkringan Ansor menjadi media yang efektif dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi organisasi dan pengurus. Aspek ekonomi inilah yang menurutnya memang mulai harus diseriusi hari ini dan ke depan.


“Kemandirian dan pemberdayaan. Itulah kata yang menjadi landasan kuat bergerak. Ekonomi mandiri dan berdaya, organisasi akan semakin bergerak maju dan kuat,” tuturnya.


Menu yang disiapkan sementara belum begitu banyak. Ini karena masih baru merintis. Ke depan, Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Diwek harus saling mendukung terhadap perkembangan warung tersebut dengan menambah menu-menu yang memikat para pengunjung.


“Dagangan-dagangan ini berasal dari titipan sahabat-sahabat. Ada yang nitip sate usus, ceker, tahu tempe bacem, kerupuk dan lainnya. Ini sedikit banyak membantu perekonomian sahabat-sahabat. Dan biasanya, ide-ide ‘gila’ lahir dari warung kopi,” ucap Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Jatirejo ini.


Hadir saat grand opening angkringan, Ansor perwakilan dari berbagai anggota badan otonom (Banom) NU, seperti IPNU-IPPNU dan Pagar Nusa. Tampak pula para aktivis NU, LP Ma’arif NU, dan masyarakat umum.


Pewarta: Syamsul Arifin

Editor: Muhammad Faizin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link