Berita

Meluruskan Makna Jihad Islam dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Modern –

Al-Musthofa Publication Meluruskan Makna Jihad Islam dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Modern -

Kali ini penulis meresensi sebuah kitab karya Ulama yang masyhur dari Timur Tengah. Resensi ini mengajak pembaca untuk mengenalkan makna jihad, sehingga kita bisa meluruskan makna jihad Islam dalam realitas kehidupan masyarakat modern.

Judul: Al-Jihad Fi al-Islam; Kaifa Nafhamuhu? Wa Kaifa Numarisuhu?

(Jihad Dalam Islam: Bagaimana Memahaminya Dan Bagaimana Aktualisasinya)

Penulis: Dr. M. Sa’id Ramadhan Al-Buthi

Cetakan: Pertama, Tahun. 1993 M.

Penerbit: Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’ashir

Dimensi: 256 Halaman: 14,5 x  21 cm.

            Maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam dan gerakan jihad di dunia, termasuk di Indonesia tak ayal telah menimbulkan stigmatisasi buruk terhadap makna jihad yang suci dan mulia. Muncul kesan bahwa jihad adalah gerakan teror untuk merusak, membunuh, dan menakut-nakuti pihak yang dianggap sebagai musuh. Mereka yang mengatasnamakan gerakan jihad itu memunculkan istilah “jihad global”, di mana jihad tak hanya dilakukan di medan perang atau wilayah-wilayah konflik. Tapi juga dilakukan di wilayah-wilayah aman dengan tujuan menghancurkan segala kepentingan musuh-musuh Islam.

            Akibat maraknya terorisme yang mengatasnamakan Islam, pembahasan jihad menjadi terkesan amat menakutkan. Syariat jihad dianggap ancaman bagi perdamaian dan kemanusiaan. Ujungnya, musuh-musuh Islam berusaha menghapus pembahasan tentang jihad dari khazanah keilmuan Islam. Padahal, jihad adalah ibadah tertinggi dalam Islam dengan tujuan menegakkan agama Allah Swt. dan menjaga hak-hak umat Islam. Islam mengajarkan syariat dengan batasan dan aturan yang ketat dan rinci, tidak mengedepankan hawa nafsu dan serampangan. Jihad dalam Islam sangat menghargai nilai-nilai dan hak asasi manusia, termasuk di dalamnya hak-hak sipil. Pembunuhan dilarang kecuali terhadap yang benar-benar memerangi Islam. Tidak merusak, kecuali tempat-tempat yang menjadi basis militer.

            Kitab tentang jihad yang peresensi tampilkan di hadapan pembaca ini adalah salah satu karya ulama terkemuka asal Damaskus, Suriah Syaikh Dr. M. Sa’id Ramadhan Al-Buthi. Dihadirkan di tengah-tengah kita untuk meluruskan berbagai penyimpangan makna jihad yang belakangan ini marak terjadi. Serta bagaimana meng-aktualisasikannya dalam realitas kehidupan kontemporer. Selain itu, kitab ini juga hadir dengan dua maksud inti, yakni: Pertama, sebagai koreksi terhadap pemahaman keliru tentang jihad. Kedua, sebagai penjelasan bagi mereka yang antipati terhadap syariat Islam.

            Dengan kapasitas keilmuannya sebagai ulama terkemuka yang tidak diragukan lagi kredibilitas dan kapasitas keilmuannya, Syaikh Dr. M. Sa’id Ramadhan Al-Buthi menjelaskan secara gamblang tentang makna dan tujuan sebenarnya syariat jihad. Dalam kitab ini beliau menjelaskan tentang bagaimana seharusnya kaum muslim berinteraksi dengan negara-negara non-muslim. Tak lupa, Al-Buthi juga menjelaskan tentang definisi Dar al-Islam (negara Islam) dan Dar al-Harb (negara perang) yang banyak disalahpahami selama ini.

            Secara global, daftar isi dari kitab ini diklasifikasikan menjadi empat tema besar: Pertama, Sebagai prolog beliau menjelaskan mengenai jihad dan korelasinya dengan dakwah, apakah benar bahwa jihad merupakan seruan dakwah Islam? Kedua, Kejelasan mengenai terma Dar al-Islam (negara Islam) dan Dar al-Harb (negara perang) serta relevansinya di era kini. Ketiga, Selanjutnya dalam subbab ini Al-Buthi menyampaikan kejelasan terkait konsep Dzimmah (kontrak kesepakatan damai antara muslim dan non-muslim), apakah konsep ini tetap aktual dihadapkan dengan realitas negara-negara yang berbentuk nationstate (negara kebangsaan)? Terakhir yang Keempat, sebagai epilog dalam karya-nya Al-Buthi berusaha menyampaikan sanggahan-sanggahan terhadap propaganda (syubhat) yang kerapkali dilancarkan kalangan barat dan orientalis bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan dengan disyariatkannya jihad. Mereka melihat dan menyimpulkan, aksi-aksi teror yang dilakukan kelompok ekstrimis berkedok agama seperti bom bunuh diri sebagai representasi jihad Islam. Stigma negatif inilah yang kemudian di-counter oleh ulama yang dikenal gigih sebagai garda terdepan pembela Ahlussunnah Wal Jama’ah.

            Andaikan dalam resensi kitab terdapat nilai bintang lima atau lebih, maka peresensi layak memberikannya kepada karya Al-Buthi yang mengupas tentang jihad ini ketimbang kitab-kitab lainnya yang membahas terma jihad. Keunggulan kitab Al-Jihad Fi Al-Islam selain dalam lingusitik Arabnya yang sastrawi, juga merupakan satu-satunya karya yang paling komprehensif dan sistematis dalam mengurai makna jihad pada realitas kehidupan era kini. Terlebih, yang menambah nilai plus dalam kitab karya Al-Buthi ini adalah bantahan-bantahan argumentatif yang diutarakannya guna menepis propaganda dan stigma negatif terhadap Islam. Konon, kitab ini mendapat sambutan yang luas di Suriah dan negara-negara Islam lainnya. Bahkan, gara-gara karyanya ini beliau sempat bersitegang dengan Syaikh Yusuf Al-Qardlawi ulama kenamaan Ikhwan al-Muslimin, sampai-sampai Al-Qardlawi membuat karya tandingan yang berjudul Fiqh Al-Jihad sebagai respon serius terhadap Al-Jihad Fi Al-Islam-nya Al-Buthi. [AZ]

Oleh: A. Zaeini Misbaahuddin Asyu’ari*

* Penulis adalah Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo Marhalah Ula Semester. V asal Purwakarta, Jawa Barat.

Baca juga: Bedah Buku “Fatwa & Resolusi Jihad”

Simak juga: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua | KH. M. Anwar Manshur

# Meluruskan Makna Jihad Islam dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Modern
# Meluruskan Makna Jihad Islam dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Modern

0

Al-Musthofa Publication Meluruskan Makna Jihad Islam dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Modern -

Source link