Berita

Mitigasi Prabencana Gempa Bumi dan Langkah yang Harus Dilakukan menurut LPBINU

Al-Musthofa Publication Mitigasi Prabencana Gempa Bumi dan Langkah yang Harus Dilakukan menurut LPBINU

Jakarta, NU Online

Gempa bumi merupakan peristiwa alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dalam yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar atau patahan, runtuhan batuan, atau aktivitas vulkanik.

Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama dunia yakni Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia. Hal ini menjadi faktor Indonesia rawan mengalami bencana geologi, mulai dari gempa bumi hingga tsunami.

Gempa bumi sendiri merupakan bencana yang bersifat merusak meski terjadi dalam waktu yang singkat. Bencana gempa bumi bisa datang kapan saja dan tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, penting untuk mengetahui langkah mitigasi atau langkah antisipasi gempa bumi.

Anggota Lembaga Penanggulangan Bencana Alam dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU), M Ali Yusuf membagikan langkah mitigasi prabencana atau sebelum gempa bumi terjadi.

“Ketahui ancaman atau bahaya di sekitar rumah, gedung, kantor. Pastikan rumah, gedung, dan kantor tahan dari gempa,” kata Ali Yusuf kepada NU Online pada Senin (21/11/2022).

“Perhatikan letak atau posisi pintu, tangga darurat. Tentukan tempat yang aman dari gempa. Atur perabotan atau perlengkapan di rumah, kantor, gedung yang berpotensi membahayakan,” Imbuhnya.

Lebih lanjut, Ali mengimbau untuk senantiasa menyiapkan perlengkapan siaga bencana dan mencatat nomor-nomor penting terutama pihak-pihak yang berwenang.

“Terlibat dan lakukan aktivitas terkait kesiapsiagaan gempa, ikuti tim siaga bencana (sebisa mungkin). Susun rencana kontijensi dan SOP penanganan darurat. Susun sistem peringatan dini,” papar dia.

“Buat jalur evakuasi. Lakukan simulasi (sebisa mungkin rutin) penanganan gempa mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas. Terus ikuti, akses dan update info terkait ancaman/bahaya dari pihak-pihak yang berwenang khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BNPB/BPBD,” tambahnya.

Seperti diketahui, telah terjadi gempa pada pukul 13.21 WIB berpusat di Cianjur, Jawa Barat. BMKG menyampaikan gempa tersebut berkekuatan 5,6 skala richter. Gempa yang berlangsung selama 10 – 15 detik itu dirasakan juga oleh warga Jakarta dan Sekitarnya. Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya, Kabupaten Cianjur.

Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin

Al-Musthofa Publication Mitigasi Prabencana Gempa Bumi dan Langkah yang Harus Dilakukan menurut LPBINU

Source link