Berita

Nama-Nama Tokoh Usulan Gus Mus yang Berhak Terima Anugerah NU

Al-Musthofa Publication Nama-Nama Tokoh Usulan Gus Mus yang Berhak Terima Anugerah NU

Jakarta, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) ditunjuk sebagai salah satu Dewan Juri Anugerah NU 1 Abad. Ia kemudian mengusulkan beberapa nama tokoh yang dinilai berhak menerima Anugerah NU. 

Di antara nama-nama tokoh yang diusulkan itu adalah Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Yasin Al-Fadani, dan Syekh Muhammad Mahfudz At-Tarmasi. Menurut Gus Mus, tokoh-tokoh tersebut adalah ulama-ulama kelahiran Indonesia yang berada di luar negeri tetapi sangat berpengaruh terhadap perkembangan NU. Bahkan, karya-karya para ulama itu menjadi rujukan para kiai di pesantren. 

Nama lain yang diusulkan Gus Mus adalah Kiai Soleh Darat yang dinilai sebagai seorang pelopor. Lalu ada nama KH Mahfudz Shiddiq, perumus konsep mabadi khairu umma yang pada usia 30 tahun terpilih menjadi ketua PBNU dalam Muktamar NU di Malang pada 1937.

Menurut Gus Mus, Kiai Mahfudz Shiddiq merupakan sosok ulama yang lengkap karena memiliki banyak hal yang dilakukan semasa hidup. Di antaranya, Kiai Mahfudz Shiddiq pernah menjadi pimpinan umum Swara Nahdlatoel Oelama dan Berita Nahdlatoel Oelama. 

“Kiai Mahfudz Shiddiq itu juga menggerakkan ekonomi melalui mabadi khairu ummah. Orang-orang mengira itu gerakan moral, tapi sebenarnya itu gerakan ekonomi,” kata Gus Mus saat hadir secara virtual dalam Focus Group Discussion (FGD) Anugerah NU 1 Abad, Sabtu (9/11/2022).

Dalam pandangan Gus Mus, Kiai Mahfudz Shiddiq memiliki hubungan dengan Nahdliyin melalui Berita Nahdlatoel Oelama dan Swara Nahdlatoel Oelama. Sementara dalam pengejawantahan konsep mabadi khairu ummah, Kiai Mahfudz Shiddiq mendorong para pengusaha NU agar memiliki sifat jujur dan amanah. Menurut Gus Mus, yang dilakukan Kiai Mahfudz Shiddiq itu semacam petunjuk pelaksanaan (juklak) atau laporan. 

“Misalnya di berita NU ada laporan, saudara-saudara untuk sementara kita tidak berhubungan dagang dengan fulan (pengusaha), diberitakan bahwa saudara fulan ini telah mengingkari janji, tidak memenuhi janji, tidak amanah. Karena itu untuk sementara kita tidak berhububgan, sampai dia bertobat,” jelas Gus Mus. 

Karena diberitakan, si fulan kemudian menjadi kerepotan dan langsung menghadap ke ranting NU terdekat untuk menyampaikan permohonan maaf. Setelah itu, Kiai Mahfudz Shiddiq kembali membuat berita bahwa si fulan itu telah bertobat dan warga NU sudah bisa untuk berhubungan dagang kepada fulan. 

“Kiai Mahfud Shiddiq bisa jadi apa saja. Bisa jadi kiai, bisa jadi jurnalis, bisa jadi penggerak ekonomi masyarakat, dan lain-lain,” ungkap Gus Mus. 

Gus Mus juga mengusulkan KH Syam’un, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Banten. Lalu diusulkan Kiai Subchi dari Parakan, penggagas senjata bambu runcing dalam perjuangan kemerdekaan melawan penjajah, agar bisa menjadi kandidat penerima Anugerah NU. 

“Kalau dari luar NU, ada orang peneliti NU dari awal yang sangat sering mendatangi Muktamar NU seperti Martin (van Bruinessen) dan Mitsuo Nakamura. Itu bisa jadi pertimbangan,” ucap Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu. 

Usulan Gus Mus itu diterima dan disambut baik oleh Ketua Tim Pelaksana Anugerah NU 1 Abad Rumadi Ahmad. Ia menyebut, tokoh-tokoh seperti Syekh Yasin Al-Fadani dan Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan ulama yang meskipun tidak hidup di masa ketika NU berdiri, tetapi menjadi inspirasi bagi perkumpulan NU. 

Selain itu, Rumadi mengatakan bahwa ada usulan lain yakni untuk bisa memberikan penghargaan kepada institusi internasional semacam Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebab sudah sejak sangat lama, banyak anak-anak Muslim Indonesia dan para kader NU yang menempuh studi di sana. 

“Itu (Al-Azhar) pasti akan memberikan dampak luas dan mungkin kita perlu memikirkan untuk hal ini agar NU secara khusus memberikan apresiasi kepada Al-Azhar. Jadi banyak sekali usulan-usulan yang mungkin nanti akan digodok oleh tim dewan juri dari berbagai macam usulan ini,” ucap Rumadi. 

Meski menerima banyak usulan, Rumadi menekankan bahwa Anugerah NU bersifat terbatas dan tidak bisa memberikan penghargaan kepada semua tokoh. Tim pelaksana bersama dewan juri akan memilih dengan berbagai pertimbangan matang. 

“Nanti akan ada diskusi antara tim dewan juri dan tim asistennya. Kita bersyukur punya dewan juri yang cukup kredibilitas seperti (antara lain) Gus Mus, KH Husein Muhammad, dan KH D Zawawi Imron dari Madura,” pungkas Rumadi.

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

Al-Musthofa Publication Nama-Nama Tokoh Usulan Gus Mus yang Berhak Terima Anugerah NU

Source link