Maahad Al Musthofa Mobile

Bireuen, Online

Menjelang bulan suci Ramadhan, Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga akan meresmikan jenjang pendidikan setingkat Pascasarjana (S2) atau Marhalah Tsaniyah dengan program studi takhassus Fiqh wa Ushuluh.


Demikian disampaikan Tgk H Zahrul Mubarak selaku Mudir Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga dalam siaran pers yang diterima NU Online. “Ini merupakan Marhalah Tsaniyah perdana di Indonesia di luar pulau Jawa. Insya Allah, berkat kerja sama semua pihak, baik Kanwil Kemenag Aceh maupun pihak lain,” katanya, Senin, (5/4).


Pendidikan setingkat Pascasarjana (S2), lanjut dia, akan resmi dibuka di Ma’had Aly MUDI Samalanga sebagai Marhalah Tsaniyah perdana di luar pulau Jawa. Sebelum Marhalah Tsaniyah, telah lahir Ma’had Aly Situbondo sebelumnya.


“Sedangkan Marhalah Tsaniyah Lirboyo SK-nya keluar secara bersamaan dengan Marhalayah Tsaniyah Ma’had Aly MUDI. Peresmian nantinya akan dihadiri Direktur PD Pontren Ditjen Pendis Kemenag RI,” kata pria yang akrab disapa Abi MUDI itu.


“Berdasarkan informasi, Bapak Direktur PD Pontren Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur akan ke Aceh pada 8 April mendatang sekaligus meresmikan Marhalah Tsaniyah MUDI Mesjid Raya Samalanga Bireuen,” ungkap Wadir I Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini.


Abi MUDI menambahkan, jenjang Marhalah Tsaniyah diakui sama dengan pendidikan umum lainnya. Pendidikan pesantren jalur nonformal diselenggarakan dalam bentuk pengkajian kitab kuning dan bentuk lain yang terintegrasi dengan pendidikan umum.


Dengan lahirnya Pascasarjana di Ma’had Aly MUDI Mesra ini, lanjut Abi, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, terlebih sebagai kabupaten yang telah dideklarasikan sebagi Kota Santri oleh Bupati Bireuen tahun lalu.


“ Bapak Direktur PD Pontren Kemenag RI dalam kunjungannya ke Aceh juga akan melakukan silaturahmi dengan seluruh Pimpinan Ma’had Aly di Aceh yang bertempat di Dayah MUDI,” sambung putra sulung Abu MUDI itu.


Selanjutnya Abi MUDI menjelaskan bahwa Ma’had Aly memiliki dua jenjang (marhalah), yakni Marhalah Ula (M.1) dan Marhalah Tsaniyah (M.2). Dengan turunnya UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, PMA No 13 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, PMA No 71 tahun 2015 tentang Ma’had Aly, dan UU 18 tahun 2019 tentang Pesantren.


“Berdasarkan hal ini, maka ma’had aly memiliki status dan legalitas serta social effect yang sama dengan pendidikan tinggi yang lain di Indonesia, baik umum atau keagamaan. Berdasarkan SK No 3002 tahun 2016 untuk Ma’had Aly Marhalah Ula (M.1) dan SK No 3844 tahun 2017 untuk Ma’had Aly Marhalah Tsaniyah (M.2), “ paparnya.


Hasil perjuangan

Dikutip dari website resmi Kemenag Provinsi Aceh, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh Maiyusri mengatakan, hadirnya marhalah tsaniyah merupakan hasil perjuangan dan koordinasi yang baik lintas sektoral, didukung pihak pesantren di Aceh dan para ulama sehingga program ini dapat terwujud.


“Direktur PD Pontren Kemenag akan ke Aceh pada 8 April mendatang sekaligus meresmikan Marhalah Tsaniyah MUDI Mesra di Samalanga Bireuen. Kita berharap dan doakan, semua agenda peresmian Marhalah Tsaniyah pertama di Aceh dapat berjalan khidmat, tertib dan lancar,” harapnya.


Mantan Kakankemenag Bireuen itu juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat Aceh terhadap pelaksanaan program setingkat Pascasarjana di pesantren.


“Ini sekaligus menjadi hadiah dan anugerah bagi kita semua, khususnya kalangan dayah. Istimewanya, ini akan diresmikan menjelang Ramadhan 1442 H,” ujar pria yang pernah menjadi dosen di IAI Al-Aziziyah Samalanga itu.


Kontributor: Helmi Abu Bakar

Editor: Musthofa Asrori

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link