Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencabut dan membatalkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama nomor 523/A.II.04.d/06/2020, tanggal 27 Syawwal 1441 H /19 Juni 2020 M, tentang Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul UIama, masa khidmat 2020-2020. Diketahui SK tersebut menetapkan Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama.


Pembatalan ini tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 656/A.II4.d/03/2021 tentang Peninjauan Kembali Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 523JA.II.04.dKJ6.2020 tentang Pengesahan Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2020-2020.

 

Surat bertanggal 11 Sya’ban 1442 H/25 Maret 2021 M ditandangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar, Katib Syuriyah KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

 

SK mengangkat nama-nama Tim Kerja Pembentukan Kepengumsan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama dengan Koordinator Umarsyah, dan anggota-anggota Ribikin Emhas, H Aizzuddin Abdurrahman, H Andi Najmi Fuaidi, H Ishfah Abidal Aziz, Ulil Hadrawi, Witjaksono, Asep Irfan Mujahid, dan Achdianto Ilyas Pangestu.

 

Tim tersebut mendapat beberapa amanah,

1. Melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan di lingkuntigan Nahdlatul Ulama tentang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama teserta petunjuk teknis pemtentukan kepengurusan Badan Otonom tersebut;

2. Menyusun kepengurusan Serikat Nelayan Nalidlatul UIama di tingkat Wilayah dan Cabang dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama setempat.

3. Menyusun rancangan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama yang akan dibahas dan disahkan dalam kongres Serikat Nelayan Nalidlatul Ulama:

4. Menyelenggarakan Pertemuan Nasional dalam rangka persiapan penyelenggaraan kongres dan penyusunan materi-materi pokok yang akan dibahas di dalam kongres Serikat Nelayan Nalidlatul Ulama;

5. Menyelenggarakan Kongres Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama untuk menetapkan kepengurusan di tingkat pusat untuk kemudian disahkan oleli Pengums Besar Nalidlatul Ulama. dengan ketentuan sudahterbentuk sekurang-kurangnya 60 (enam puluh persen) struktur kepengurusan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama di Wilayah dan Cabang yang memiliki garis pantai.


Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Fathoni Ahmad

 

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link