Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Meskipun berada di ujung timur Indonesia dan berada di pucuk pegunungan Papua, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paniai tetap mampu berlomba dalam kebaikan sekaligus mengamalkan berbagai tradisi ke-NU-an yang telah diajarkan para ulama terdahulu. 

 

Hal itu dibuktikannya seperti pada 15 Sya’ban 1442 lalu. Di malam Nisfu Sya’ban, sekalipun dalam keadaan yang sangat terbatas, para pengurus menggelar santunan kepada 30 anak yatim dan piatu. Acara yang diisi dengan pembacaan surat yasin, tahlil, dan doa bersama digelar di Aula PCNU Paniai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua. 

 

Selama lima tahun ke belakang, PCNU Paniai memiliki Darul Aitam yang memang rutin mengadakan kegiatan santunan untuk anak yatim di sana. Dalam setahun, santunan dilakukan dua kali.

 

“Jadi PCNU dalam setahun melakukan dua kali santunan untuk anak-anak yatim yang ada di Paniai. Dalam jangka waktu satu tahun, kita adakan dua kali santunan, yaitu ketika tahun baru Islam sekalian kita memperingati tahun baru Islam, kemudian santunan yang kedua pada akhirussanah untuk madrasah diniyah Ma’arif NU,” ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Paniai Ahmad Muslih kepada NU Online melalui sambungan telepon, pada 2 April lalu. 

 

“Jadi terus terang di Paniai ini, memang daerahnya sempit karena kita berada di pucuk gunung, di pegunungan, umat Islam hanya minoritas di sini. Jadi yang berada di sini ya para pendatang, kebanyakan para pedagang,” imbuhnya.. 

 

Dana-dana santunan itu dikumpulkan dari para donatur. Namun, PCNU Paniai sendiri belum memiliki donatur tetap. Hanya saja ketika hendak melaksanakan agenda kegiatan santunan, umat Islam di sana berbondong-bondong menitipkan sebagian hartanya untuk disalurkan.

 

“Jadi, itu kita laksanakan musiman. Artinya, ketika ada acara kita umumkan, ketika itu baru donatur akan berdatangan,” tutur Muslih. 

 

Santunan yang dilaksanakan menjelang Ramadhan ini dilangsungkan dengan sangat sederhana, tidak mengundang banyak orang seperti santri-santri dari madrasah diniyah, madrasah ibtidaiyah, dan para wali murid sebagaimana tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19 merebak.

 

“Tapi untuk tahun ini, karena kita di tengah-tengah pandemi Covid-19, kita hanya mengundang pengurus-pengurusnya saja. Termasuk pengurus Darul Aitam dan pengurus PCNU Paniai. Anak yatim diundang sekitar 30. Cuma yang hadir di situ sekitar 15 anak yatim, karena sebagian ada yang keluar ke Nabire,” ujarnya.

 

Harapan PCNU Paniai

Muslih menyampaikan berbagai harapan ke depan agar PCNU Paniai dapat lebih baik berjalan. Ia sangat berharap kepada PBNU untuk selalu memikirkan keberadaan mereka di sana. Sebab, kata Muslih, Paniai merupakan daerah yang masih tertinggal. Di sana, masih banyak orang yang belum mengetahui banyak tentang NU. 

 

“Kami sangat berharap dari PBNU untuk bisa menanam atau mengutus orang yang bisa melanjutkan atau bisa memberi pengarahan kepada kami yang ada di pengurus PCNU Kabupaten Paniai ini,” harap Muslih. 

 

“Kemarin kita sempat ngobrol-ngobrol dengan perwakilan dari santri papua, kita sudah meminta terkait dengan pendidik atau orang yang bisa memberi gambaran dan bergabung dengan PCNU agar PCNU ini bisa seperti PCNU yang lain,” lanjutnya. 

 

Ia menyampaikan bahwa saat ini para pengurus PCNU Paniai sedang melakukan tahap pembangunan aula sekaligus mushala di sana. Fungsinya untuk shalat anak-anak yang bersekolah di lokasi kantor PCNU. 

 

“Karena terus terang, lokasi tanah PCNU ini memang sempit. Kemudian di situ ada beberapa anak yang sekolah di madrasah ibtidaiyah. Sorenya kita melaksanakan kegiatan pendidikan nonformal, yaitu TPQ dan Madrasah Diniyah Awaliyah,” jelas Muslih.

 

“Oleh karenanya kami terus terang sangat berharap untuk bantuan dari berbagai kalangan, terlebih dari PBNU untuk selalu paling tidak memikirkan yang ada di daerah pegunungan ini,” harapnya. 

 

Kepengurusan di PCNU Paniai sendiri baru berjalan selama dua periode. Pada 2014 lalu, menjelang Muktamar NU di Jombang pada 2015, Muslih mengaku pernah melakukan silaturahim ke PBNU bersama rombongan. 

 

Surat Keputusan (SK) dari PBNU untuk PCNU Paniai pertama kali diterima pada 2014 lalu. Lalu pergantian pengurus dilangsungkan pada 2019 lalu. “Kebetulan saya ditunjuk atau sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Paniai masa khidmat 2019-2024,” pungkas Muslih.

 

Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Kendi Setiawan

​​​​​

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link