Berita

Peran Kesehatan dalam Menuntut Ilmu –

Al-Musthofa Publication Peran Kesehatan dalam Menuntut Ilmu -

Peran kesehatan dalam menuntut ilmu sangatlah penting, karena dengan badan yang sehat, tentu bagi pelajar mudah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), terlebih dalam keistiqomahan. Namun sebaliknya jika badan sakit, sulit bagi pelajar untuk menuntut ilmu karena tidak adanya daya tahan tubuh.

Berikut adalah uraian versi ulama salaf menangani penyakit yang menghambat proses belajar.

Malas

Sifat malas adalah penyakit besar bagi seorang pelajar. Bagaimana tidak, karena sifat pemalas bisa menghancurkan semua cita-cita yang diinginkan sebagaimana maqolah yang ada di Ta’lim Al-Muta’alim:

كَمْ مِنْ حَيَاءٍ وَكَمْ عَجُزٍ وَكَمْ نَدَمَ جَمّ تَوَلَّدَ لِلْاءِنْسَانٍ مِنْ كَسَلٍ

“Berapa banyak kehidupan, kelemahan, penyesalan yang muncul dari manusia karena penyakit malas.[1]

Sementara itu, timbulnya rasa malas menurut pandangan ulama adalah sebab dahak dan lendir-lendir yang ada dalam tubuh.

وَقَدْ يَتَوَلَّدُ الكَسَلِ مِنَ الْبُلْغَمِ وَالرَّطُوْبَاتِ اَيْ الحَاصِلَةِ فِي البَدَنِ

Kemalasan dapat disebabkan oleh dahak dan kelembapan, yaitu yang terjadi di dalam tubuh.[2]

Sementara menurut ilmu medis, termaksud faktor adanya بُلْغَمْ  adalah banyaknya mengkonsumsi minuman; seperti kopi, teh dan lain-lain. Statment Syeikh Ibrihim bin Ismail menangani riak adalah:

baca juga: Nasehat Hidup dalam Ilmu Nahwu

Mengurangi Bulgham
  1. Menyedikitkan porsi makan

وَطَرِيْقُ تَقْلِيْلِهِ تَقْلِيْلُ الطَّعِامِ ,قِيْلَ اِتَّفَقَ سَبْعُوْنَ نَبِيًّا عَلَى أَنَّ كَثْرَةَ النِّسْيَانِ مِنْ كَثْرَةِ بُلْغَمِ وَكَثْرَةُ الْبُلْغَمِ مِنْ كَثْرَةِ شُرْبِ الْمَاءِ وَكَثْرَةُ شُرْبِ الْمَاءِ مِنْ كَثْرَةِ  الْأَكْلِ

“Metode meminimalisirkan dahak dengan cara meminimalisirkan asupan. Terdapat ungkapan mengatakan bahwa 70 nabi sepakat bahwa seringnya lupa dapat disebabkan karena banyaknya dahak. Dan banyaknya dahak karena banyak minum, sedangkan banyaknya minum karena banyaknya makan.”[3]

Beliau mengatakan penyebab semua itu karena melebihi dari batasan yang dianjurkan oleh syariat. Syariat telah mengatur porsi standar dalam mengkonsumsi. Berikut ini tata cara makan yang telah di tetapkan oleh syariat versi Imam Ghozali.

Tujuan-tujuan makan ada 7:
1. Makan yang menyebabkan kelangsungan hidup;
2. Makan yang bisa menghasilkan kekuatan untuk melaksanakan ibadah fardlu (kedua hal ini hukumnya wajib);
3. Makan supaya kuat melaksanakan ibadah sunah. Contohnya puasa solat;
4. Makan yang dapat menguatkan raga dan bekerja (ini batasan dari kenyang menurut syariat);
5. Makan yang memenuhi 1/3 perut (kenyang secara keumuman);
6. Makan yang melebihi 1/3 (makruh);
7. Makan yang sampai membahayakan perut (haram)

2. Mengkonsumsi anggur kering (kismis)

Anggur kering (kismis) dapat membantu meminimalisir dahak. Karena kandungan kismis bersifat panas (حَرَارَةٌ), menyebabkan terbakarnya dahak dan lendir.

وَكَذَا أَكَلَ الزَّبِيْبَ عَلَى الرِّيْقِ يَقْطَعُ الْبُلْغَمَ اَيْ لَمَّا فِيْهِ مِنَ الْحَرَارَةِ

“Begitu juga dengan makan kismis saat perut kosong dapat menghilangkan dahak, karena dalam kismis mengandung unsur yang panas”[4]

3. Bersiwak

Menggunakan siwak sesuai yang dianjurkan oleh syariat. Menjalankan hal-hal yang berkaitan ibadah ternyata secara medis juga memiliki keistimewaan. Yakni menyedikitkan dahak.

Lupa

Penyakit lupa sering kali menyebabkan pesimis seorang dalam belajar. Berikut ini versi ulama mengenai faktor dari lupa dan metode menangkal penyakit lupa.

Penyebab lupa

1) memakan tumbuhan basah yang harum;
2) mengkonsumsi apel kecut;
3) membuang kutu hidup dipermukaan bumi;
4) melihat salib;
5) melihat lempengan kuburab; dll.[5]

Penangkal lupa

  1. memakai siwak;
  2. mengkonsumsi madu;
  3. kurma kering berwarna merah dan hal-hal yang dapat meminimalisirkan dahak dan lendir.[6]

Dengan demikian wacana mengenai ilmu medis versi salaf. Jika terjadi statment yang kontra antara salaf dan dokter, menurut kitab Bujairimi ‘Ala Al-Khotib yang didahulukan adalah pendapat ulama.

tonton juga: Kuliah Umum Ma’had Aly

Penulis: A. Baghowi

Peran kesehatan dalam menuntut ilmu

Referensi:

[1] Ta’lim al-Muta’alim
[2] Ibit
[3] Ibit
[4] Ibit
[5] Ibit
[6] Bujairimi ‘Ala Al-Khotib

0

Al-Musthofa Publication Peran Kesehatan dalam Menuntut Ilmu -

Source link