Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang agung, yaitu Allah swt memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad saw untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah sang pencipta Alam semesta. 


Menurut Sekjen PBNU, HA Helmy Faishal Zaini, peristiwa isra’ mi’raj harus menjadi sarana bagi semua untuk mengambil teladan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.


“Terutama keteladanan soal kesabaran dalam berjuang,” terang Helmy, Kamis (11/3).


Jika peristiwa ini ditarik ke dalam konteks berbangsa dan bernegara, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan yang disebutnya sebagai “mi’raj negara”.


“Bisa juga dimaknai sebagai mi’raj politik dengan cara menciptakan tata kelola politik yang adiluhung, yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kesantunanan. Bukan sebaliknya, politik yang lebih mengedepankan kepentingan transaksional semata,” jelas Helmy.


Menurutnya, momen Isra’ Mi’raj 1442 H sangat tepat bagi kita semua untuk merenung serta mengambil jarak sebentar dari hiruk pikuk gemerlapnya dunia, apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi korona.


“Isra’ Mi’raj berguna untuk bermuhasabah atau bertanya kepada diri sendiri sudah sejauh mana kita sudah mengambil meneladani akhlak Nabi Muhammad dan sejauh mana kita menjadi bagian untuk memi’rajkan bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia,” tandas Helmy.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Kendi Setiawan

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link