Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Pondok Buntet Pesantren Cirebon memulangkan santri-santri lebih awal, yakni pada Kamis (29/4). Ketua Bidang Kepesantrenan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren K Muhammad Lutfi NZ menyampaikan bahwa pemulangan itu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para santri tidak dijemput di dalam area pondok.


“Penjemputan dilakukan di luar area pondok Buntet. Bagi yang menjemput ke Buntet, tidak sampai masuk ke dalam,” katanya kepada NU Online pada Ahad (25/4).


Kiai Lutfi juga mewajibkan kepada para santri agar melakukan karantina mandiri saat tiba di rumah masing-masing. “Kami memulangkan dengan catatan sesuai protokol kesehatan dan ketika datang juga harus gak boleh ke mana-mana untuk karantina mandiri,” ujarnya.


Para santri sudah diwajibkan kembali ke Pondok Buntet Pesantren sepekan setelah lebaran Idul Fitri, yakni pada Kamis, 20 Mei 2021, atau bertepatan dengan tanggal 8 Syawal 1442 H. “Tanggal 20 Mei 2021 mereka sudah harus kembali ke Pondok dengan tetap melalui protokol kesehatan dan menjalani karantina di pondok selama 14 hari tidak keluar ke mana-mana,” lanjutnya.


Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek Cirebon juga memulangkan santrinya lebih dini, yakni pada Jumat (30/4).


Melalui Surat Keputusan Pengasuh Nomor 189/B/KHAS/IV/2021, KH Muh Musthofa Aqil Siroj menetapkan kepulangan santri harus dijemput orang tua atau bersama rombongan satu daerah.

 

Untuk wilayah Al-Jadied, pemulangan dilakukan dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, sedangkan wilayah Al-Qodiem dan Al-Ghadier pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB. Penjemputan dilakukan di lokasi wilayah asrama masing-masing dengan tidak memperkenankan orang tua mendatangi asrama.


Adapun waktu kembali ke pesantren, santri harus dauh tiba pada Ahad, 23 Mei 2021 atau bertepatan dengan 11 Syawal 1442 H. Saat kedatangan, santri wajib memastikan dirinya dalam keadaan sehat dan harus mengikuti tes GeNose C19 yang dilakukan Pondok Pesantren KHAS Kempek.


Saat di rumah, wali santri dimohon untuk memantau putra dan putrinya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, juga memantau kegiatan dan pergaulannya selama masa libur di rumah.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link