Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan dan partisipasi kader-kader PMII untuk turut menyelesaikan persoalan yang besar yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu pandemi Covid-19.

 

“Saya minta dukungan dan partisipasi para kader PMII, menjadi bagian dari jihad kebangsaan ini, ikut berkontribusi ide, gagasan, dan bekerja nyata membantu dan menyelesaikan persoalan persoalan besar bangsa kita, mulai dari lingkungan kita masing-masing,” kata Jokowi saat membuka Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) secara virtual, pada Rabu (17/3).

 

Jokowi juga mengatakan percaya Kongres PMII kali ini bisa menghasilkan program strategis untuk menjawab persoalan kemahasiswaan, persoalan kemasyarakatan, dan persoalan kebangsaan. Hal itu tak lain untuk mewujudkan kemajuan PMII di masa depan.

 

“Agar tetap tegak berdiri dan disegani memberikan makna penting bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia,” kata Jokowi.

 

Sebelumnya Jokowi menyebut PMII selalu menjadi garda terdepan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, PMII selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. Teguh membela NKRI, teguh membela Pancasila, teguh membela Undang-Undang Dasar 1945, dan teguh dalam membela Bhinneka Tunggal Ika, dan juga konsisten menyebarkan toleransi dan kesejukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, dan beragam,” kata Jokowi.

 

Oleh karenanya Jokowi memberikan apresiasinya terhadap kader-kader PMII yang selalu menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat. 

 

Selain itu, menurut Jokowi, PMII juga konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama dan bersifat kritis, solutif demi perbaikan bangsa, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.

 

Jokowi berharap PMII mampu beradaptasi dengan perubahan. Dia pun meminta kader PMII menjadi navigasi perubahan di Indonesia. “PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif, membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru,” imbuh Jokowi.

 

“Buat kader-kader PMII menguasai ilmu dan teknologi itu sifatnya fardu ain, kewajiban setiap individu kader. Kenapa? Karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam, yang ikut, yang akan ikut maju atau mundurnya Indonesia di masa depan,” tutur Jokowi.

 

Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bertema Organisasi Maju untuk Peradaban Baru diagendakan berlangsung Rabu hingga Ahad, 17-20 Maret 2021. Kongres digelar secara hybrid yakni daring dan luring. Secara luring, diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan secara daring dilangsungkan di enam zonasi yang tersebar di beberapa wilayah. 

 

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII Agus Mulyono Herlambang menegaskan, pelaksanaan kongres yang digelar secara hybrid dan dilangsungkan di enam zona merupakan sebuah ikhtiar dalam rangka menanggulangi Covid-19.   

 

Tidak semua kader kita kumpulkan dalam satu titik seperti kongres biasanya. Terdapat enam zona dalam kongres ini. Seluruh kader yang tersebar di Sumatera ditempatkan di Kota Batam. Kader di Kota Bekasi untuk kader PMII yang tersebar di Pulau Jawa. Kemudian, gelaran kongres ditempatkan di Lombok Timur untuk kader yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Zona Kendari agar kader di Indonesia Timur bisa menghadiri kongres ini. Dua zona lainnya di Kalimantan yakni di Balikpapan dan Samarinda.

 

 

Kontributor: Ridwan

Editor: Kendi Setiawan

 

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link