Berita

Program Pesantren Hijau sebagai Respons Nikmat Allah atas Alam dan Lingkungan

Al-Musthofa Publication Program Pesantren Hijau sebagai Respons Nikmat Allah atas Alam dan Lingkungan

Jakarta, NU Online
Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar mengungkapkan Pelatihan Nasional Penggerak Pesantren Hijau sebagai bagian dari respons atas nikmat Allah swt, khususnya kenikmatan terkait alam dan lingkungan.

“Di dalam Surat Ar-Rahman sebagai ‘Surat Pengantin Al-Qur’an’, disebutkan lebih dari 30 kali kenikmatan demi kenikmatan. Kenikmatan-kenikmatan itu disebutkan, didemonstrasikan. Itu tentang alam, laut, tentang lingkungan hidup,” kata Habib Hasan saat pembukaan pelatihan, Jumat (18/11/2022) di Hotel Aone Jl Wahid Hasyim Jakarta.

Habib Ali Hasan mengatakan, saat ini dan ke depan manusia akan menghadapi tantangan yang serius terkait perubahan iklim. “Ke depan bukan lagi tentang terorisme, ekstremisme, tetapi kita akan serius menghadapi perubahan iklim, pemanasan global,” ujarnya.

Program Pesantren Hijau, lanjutnya, berangkat dari pondok pesantren karena pesantren sumber keberkahan dan sumber inspirasi.

“Kalau dulu dari Pesantren muncul Resolusi Jihad, sekarang dari pesantren untuk merawat jagat. Ini dimulai dari pesantren. Karena pesantren sebagai sumber keberkahan, sumber inspirasi,” kata Habib Ali Hasan.

Ketua PBNU KH Choirul Saleh Rasyid yang hadir dan membuka kegiatan pelatihan nasional mengatakan bahwa program tersebut sudah tepat dan bersinggungan dengan pondok pesantren.

“Green Pesantren, program Pesantren Hijau ini sudah sangat tepat, dan program yang bersinggungan dengan pondok pesantren. Karena pesantren juga merupakan bagian bahkan stakeholder terbesar di tubuh NU,” tegasnya.

Melalui program Pesantren Hijau, pihaknya berharap ada penguatan ekosistem pesantren yang bersih dan sadar terhadap lingkungan. “Kami harapkan ada penguatan ekosistem pesantren, ekosistem pesantren yang bersih, dan nilai-nilai pesantren yang sadar lingkungan,” harapnya.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Qohari Cholil menerangkan kegiatan Training Nasional sebagai rangkaian dari program Pesantren Hijau sebelum nantinya akan dilakukan sosialisasi ke berbagai pondok pesantren.

“Ini dalam rangka melanjutkan program Pesantren Hijau, yakni Training Nasional Penggerak Pesantren Hijau, sebelum sosialisasi kepada para santri dan treatment ke pondok pesantren terkait program Pesantren Hijau. Target kita bagaimana pesantren bisa menjaga lingkungan, itu yang hendak kita capai,” tegas Qohari.

Program Pesantren Hijau, imbuhnya, mendapat sambutan baik dari para mitra dan pesantren-pesantren di Indonesia.

“Program ini mendapat sambutan baik dari para mitra dan animo yang luar biasa dari pesantren-pesantren di Indonesia,” pungkasnya.

Pada pelatihan tersebut dihadirkan sejumlah narasumber dan trainer yaitu, aktivis lingkungan Roy Murtadho yang membawakan materi Perspektif Islam tentang Lingkungan Hidup (Fiqhul Bi’ah); Wakil Ketua LPBI PBNU Maskut Candranegara dengan materi Pesantren dan Tantangan Perubahan Iklim; Ranitya Nurlita dari Waste Hub yang menyampaikan materi Pesantren dan Waste Management, dan Rafianti Yuschan-Wijayanti dari Bappenas dengan materi Menuju Pesantren Mandiri Sampah.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan nasional ini digelar hingga Ahad (20/11/2022. Pada hari pertama dan kedua dipadati dengan materi serta pelatihan dengan narasumber. Sementara hari ketiga para peserta melakukan kunjungan lapangan ke salah satu pondok pesantren yang telah menjalankan konsep dan praktik dari Pesantren Hijau, yakni Ponpes Al-Hamid Cilangkap Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Pewarta: Wahyu Noerhadi
Editor: Kendi Setiawan

Al-Musthofa Publication Program Pesantren Hijau sebagai Respons Nikmat Allah atas Alam dan Lingkungan

Source link