Berita

Refleksi Nuzulul Quran – Pondok Pesantren Lirboyo

Al-Musthofa Publication Refleksi Nuzulul Quran - Pondok Pesantren Lirboyo

Kala itu 17 Ramadhan 15 abad silam (sekitar 608-609 M)., di kesunyian gua Hira Jabal Nur Rasulullah tengah berkontemplasi (uzlah) menjauh dari hiruk pikuk duniawi yang ada di Kota Makkah. Pada usianya yang tengah mencapai 40 tahun, usia yang menunjukkan kematangan akal serta pengalaman hidup Nabi Muhammad sadar akan begitu hampanya kehidupan bila tak mengenal Dzat Yang Menciptakan kehidupan itu sendiri. Kemudian dalam keheningan itu Al-Amin Jibril datang seraya memeluk Baginda Nabi Muhammad Saw. Jibril datang membawa wahyu ilahi yang hendak ia sampaikan kepada Nabi pamungkas Baginda Nabi Muhammad Saw.

Dalam pelukan Jibril mengatakan, “Iqra’!” yang artinya “Bacalah!”. “Aku tidaklah mengenal bacaan,” jawab Rasulullah. Jibril kembali memeluk Nabi seraya mengulang kembali ucapannya, demikian hingga diulangi sebanyak tiga kali. Lantas barulah Jibril menyampaikan ayat 1-5 Surat Al-‘Alaq.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Beberapa hari pun telah berlalu. Di kala Rasulullah sedang mencoba memahami apa yang telah terjadi padanya, Jibril kembali datang dengan membawa wahyu ke dua Surat Al-Muddatstsir: 1-5

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ (1) قُمۡ فَأَنذِرۡ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ (3) وَثِیَابَكَ فَطَهِّرۡ (4) وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ (5) }

“Wahai orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan, dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan jauhilah perbuatan keji.”

Hikmah

Dari peristiwa wahyu pertama dan kedua Rasulullah Saw. ini dapat kita ambil hikmah bagaimana yang seharusnya kita lakukan sebelum kita berdakwah dalam menyebarkan ajaran Allah Swt.
Wahyu pertama menjelaskan bahwa perintah Allah yang pertama kepada utusan-Nya ialah “Bacalah!”, sedangkan Allah sendiri Dzat Yang Mengetahui kalau Nabi Muhammad adalah seseorang yang buta aksara. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa perintah tersebut bukanlah sekedar untuk membaca teks melainkan membaca dan memahami kondisi serta situasi, memahami latar belakang sosial, budaya dan karakter umatnya sebelum ia menyampaikan apa yang ia peroleh dari Tuhannya. Dilanjutkan dengan senantiasa menyebut nama Tuhan dengan penuh kesadaran bahwa Dialah Dzat Yang telah menciptakan alam beserta segala isinya, kesadaran akan lemahnya manusia yang tercipta dari segumpal darah, kesadaran akan mulianya Tuhan mereka, serta kesadaran bahwa setinggi apapun prestasi manusia semua tak lain adalah sebab pengetahuan yang diberikan Tuhan mereka. Dengan kesadaran demikian tidaklah pantas bagi seorang pendakwah untuk menyombongkan dirinya sendiri dan merasa lebih baik dari pada orang lain.

Sedangkan pada wahyu kedua dapat kita ambil hikmah berupa hendaknya bagi siapapun yang ingin menyampaikan ajaran-ajaran agama untuk bangkit, bersemangat dan juga menyingkirkan selimut kemalasan, tak pernah lupa dan selalu mengagungkan Allah, senantiasa menjaga kesucian apa yang ia kenakan baik secara lahir maupun batin, selain juga senantiasa menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tercela.

Demikianlah dua wahyu pertama Rasulullah sebagai bekal pertama dalam mengemban risalah nubuat menyebarkan nilai-nilai agama dan menghadapi tantangan dakwah. Dengan Rasulullah sebagai patron juga uswah bagi umatnya mengharuskan kita untuk meniru segala apa yang beliau ajarkan. Termasuk juga dalam bekal dakwah yang harus dipenuhi agar kelak dapat meraih sukses sebagaimana kesuksesan dakwah Rasulullah Saw.
Wallahu alam……

Baca juga: Selayang Pandang Tradisi Peringatan Malam Nuzulul Quran

Follow ig Pondoklirboyo

Refleksi Nuzulul Quran
Refleksi Nuzulul Quran

0



Al-Musthofa Publication Refleksi Nuzulul Quran - Pondok Pesantren Lirboyo

Source link