Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA) Prof Maskuri menegaskan bahwa guru menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya fasilitas laboratorium yang mewadahi di lembaga pendidikan, tidak akan ada artinya jika seorang guru tidak memiliki kemampuan mengoperasionalkan dengan baik.

 

 

komitmen kampus yang dipimpinnya untuk turut mengembangkan mutu pendidikan LP Ma’arif NU di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam webinar bersama Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LPM PBNU) melalui virtual, Rabu (7/4).

 

“Komitmen Universitas Islam Malang (Unisma) dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pendidikan Ma’arif adalah suatu keniscayaan yang tidak boleh tidak,” ujar Prof Marskuri di webinar Peningkatan SDM Ma’arif Unggul untuk Menciptakan Daya Saing Pendidikan di Era 4.0 dan 5.0 Se-Indonesia.

 

Kesiapan UNISMA untuk hadir di berbagai daerah dilakukan untuk mendarmabaktikan ilmu demi pengembangan mutu pendidikan LP Ma’arif NU di Indonesia. “Bahkan mulai dari Papua hingga Aceh sekalipun UNISMA siap untuk mendarmabaktikan keilmuannya,” tegasnya.

 

Maskuri mengatakan bahwa guru menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya fasilitas laboratorium yang mewadahi di lembaga pendidikan, tidak akan ada artinya jika seorang guru tidak memiliki kemampuan mengoperasionalkan dengan baik.

 

Karena itu, lembaga pendidikan yang hebat akan sangat ditentukan oleh mutu atau kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yakni guru. Guru, lanjut dia, harus mampu melakukan rekayasa pendidikan untuk menciptakan magnet dalam lembaga pendidikan.

 

“Jika SDM-nya tidak mampu menciptakan magnet maka sulit lembaga pendidikan itu maju. Maka SDM-nya ini harus mampu menciptakan magnet, agar lembaga pendidikan Ma’arif NU bukan lagi jadi alternatif tapi sudah menjadi pilihan utama bagi masyarakat ke depan,” tegasnya.

 

Maskuri mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik untuk tidak sibuk menyebut-nyebut atau membandingkan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dengan lembaga pendidikan yang lain. Dia menegaskan, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU lebih maju dan progresif dibandingkan dengan lainnya.

 

“Saya mengajak kepada seluruh komponen lembaga, para kepala sekolah, tenaga pendidik untuk tidak menyebut-nyebut lembaga mereka, karena sama halnya itu mem-branding lembaga mereka,” ucapnya.

 

Berkaitan dengan itu, Marskuri juga mengingatkan kepada tenaga pendidik di lingkungan LP Ma’arif NU agar menjadi teladan dan contoh kepada siswanya. Seperti konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Tut Wuri Handayani. “Guru itu digugu dan ditiru,” pungkasnya.

 

Selain Maskuri, dalam webinar ini hadir sebagai pembicara Ketua LP Ma’arif H Zainal Arifin Junaidi, Direktur iBLU-Acedemiy Microsoft Authorized Partner, Umar Khadafi; dan Wakil Rektor Bidang Kelembagaan Publikasi dan Teknologi Informasi UNISMA, Hj Istirochah Pujiwati.

 

Kontributor: Ridwan

Editor: Kendi Setiawan

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link