Maahad Al Musthofa Mobile

Bantul, NU Online

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pundong, Bantul, Yogyakarta menggelar tahlil dan doa bersama, serta santunan anak yatim, Jumat (26/2) malam. 

 

Acara yang diselenggarakan di komplek Aula Madrasah Diniyah Ar-Rahmah, Dusun Nglembu, Desa Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta itu digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-98 dalam perhitungan Hijriyah.

 

Ketua Tanfidziyah NU Pundong Mustafied Amna dalam sambutan acara menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-98 digelar dalam dua acara pokok, pembacaan tahlil dan do’a bersama, serta pemberian santunan kepada anak yatim.

 

“Acara tahlil sebagai ungkapan berdoa kepada Allah SWT untuk para pendiri (muasis) NU sekaligus renungan bersama untuk meningkatkan ghirah memajukan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

 

Penyaluran santunan kepada anak yatim sebagai ungkapan kepedulian jamiyah NU terhadap sesama manusia terutama anak yatim. Anak-anak yatim adalah golongan yang dicintai Rasululloh. “Ini wujud ibadah sosial yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Mustafied Amna.

 

Acara dikemas dalam skala kecil. Keadaan masih pandemi Covid-19 maka acara diselenggarakan dalam jumlah terbatas dengan protokoler kesehatan (prokes). Turut hadir perwakilan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, Fatayat, dan Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama (IPNU/IPPNU).

 

Menurut Rajiyanto, pengurus UPZISNU Pundong, undangan hanya untuk 45 orang saja. Meliputi perwakilan Pengurus Ranting NU (PRNU) dari tiga desa di wilayah Kapanewon Pundong, Para pengurus Badan Otonom (Banom) yang masing-masing diwakili dua orang, beberapatokoh kasepuhan NU, serta perwakilan tiga orang anak yatim yang akan disantuni.

 

Sementara Bendahara UPZISNU Kapanewon Pundong, Purwanto mengatakan, anak yatim yang santuni berjumlah 50 anak. Pemberian santunan dilakukan secara simbolis kepada tiga anak yatim yang dihadirkan. Sisanya, santunan dititipkan kepada Pengurus Ranting NU untuk diberikan kepada anak-anak yatim di rumahnya masing-masing.

 

“Idealnya, semua anak yatim yang disantuni dihadirkan. Berhubung situasi masih pandemi covid-19, acara penyantunan diberikan secara perwakilan saja. Meski sederhana, semoga tidak mengurangi khidmat LAZISNU dalam upaya memberi manfaat kepada umat,” pungkas Purwanto.

 

Kontributor: Markaban Anwar

​​​​​​​Editor: Kendi Setiawan

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link