Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengapresiasi program yang dimiliki oleh Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yakni Student Corner karena kerap mendampingi para pelajar Indonesia di daerah tertinggal. 

 

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 IPPNU yang diselenggarakan secara terbatas di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Selasa (2/3) malam. Acara ini juga dilangsungkan secara virtual yang diikuti oleh seluruh kader dan anggota IPPNU di berbagai penjuru Indonesia. 

 

“Saya apresiasi IPPNU dengan program Student Corner yang mendatangi dan mendampingi daerah-daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) untuk memastikan anak-anak di daerah itu mendapatkan kelayakan pengajaran,” ungkap Kang Helmy, demikian ia akrab disapa. 

 

Ia lantas mengutip surat An-Nisa ayat 114 yang juga kerap disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di berbagai kesempatan. Ayat itu berbunyi ‘laa khaira fii katsirin min najwahum bi shadaqatin, aw ma’rufin, aw ishlahin bainannas’.

 

“Tidak ada gunanya kita ini berkumpul dan berorganisasi, kalau tidak melahirkan tiga agenda penting. Agenda yang pertama adalah sedekah,” jelas Helmy menafsirkan dan mengontekstualisasikan ayat itu.

 

Karena itu, ia menyebut program Student Corner yang dimiliki IPPNU merupakan salah satu bentuk sedekah nyata untuk masyarakat. Dengan program tersebut, Helmy menilai para kader IPPNU telah ikut menjadi bagian dalam upaya membantu warga masyarakat di berbagai daerah yang masih sangat tertinggal.

 

“Saya kira dengan turun langsung, maka ada keterpanggilan. Ternyata kita hidup di Jakarta itu dengan fasilitas yang jauh lebih modern, lebih nyaman dibandingkan dengan teman-teman di sana yang mungkin sebagian belum ada listrik dan infrastruktur rusak, ketersediaan air bersih kurang. Maka bersedekah ini maksudnya kita membantu masyarakat lemah,” jelasnya.

 

Lalu agenda kedua yang dimaksudkan Helmy dalam ayat tersebut adalah ma’rufin atau berbuat kebaikan. Sebagai organisasi, ia berharap IPPNU harus mampu membangun kesadaran kolektif untuk membangun sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. 

 

Sedangkan yang ketiga adalah ishlahin bainannas (mengadakan perdamaian di antara manusia). Menurut Helmy, agenda atau tugas ini tidak bisa dilakukan orang per orang tetapi harus dikerjakan secara bersama-sama. “Ishlahin bainannas ini membangun masyarakat yang satu, damai, dan unggul,” jelasnya.

 

“Demikian, selamat Harlah ke-66 IPPNU. Mudah-mudahan terus berjaya para pelajar IPPNU. Bisa sekolah yang lebih tinggi lagi dan bisa bermanfaat menjadi pemimpin di masa mendatang,” tutup Helmy.

 

Sebagai informasi, dalam acara ini dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Nurul Hidayatul Ummah dan diberikan pertama untuk Sekjen PBNU. Hadir juga beberapa ketua umum dari masa ke masa. 

 

Di antaranya adalah Ketua Umum PP IPPNU 1996-2000 Hj Safira Machrusah, Ketua Umum PP IPPNU 2000-2003 Ratu Dian Hatifah, dan Ketua Umum PP IPPNU 2009-2012 Margareth Aliyatul Maimunah.

 

Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Kendi Setiawan

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link