Berita

Sportivitas dan Kejujuran dalam Lomba, Wujud Pengamalan Ajaran Kiai

Al-Musthofa Publication Sportivitas dan Kejujuran dalam Lomba, Wujud Pengamalan Ajaran Kiai

Jakarta, NU Online
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan pentingnya sportivitas dan kejujuran bagi seluruh pihak yang terkait langsung dalam perlombaan. Hal ini merupakan bentuk menjalankan ajaran kiai di pesantren.

Hal tersebut dikatakan Menag saat membuka resmi gelaran Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pesantren Nasional (Pospenas) di GOR Manahan Surakarta, Jawa Tengah.

“Pospenas menjadi ajang bagi semua santri untuk memunculkan atlet-atlet, juara-juara, baik olahraga maupun seni di tingkat nasional. Meski demikian, sportivitas dan kejujuran menjadi poin utama. Karena itulah yang selalu diajarkan kiai-kiai di pesantren. Praktikkan itu dalam ajang Pospenas,” kata Menag dalam tayangan YouTube Pendis Channel, Kamis (24/11/2022) malam.

Pesan yang sama juga ia tujukan kepada wasit, juri dan official, untuk tidak mengajari santri-santri berbuat curang. “Ajari santri-santri untuk menjunjung tinggi sportivitas dan berkompetisi secara jujur,” tandasnya.

Gus Yaqut mengapresiasi Pospenas 2022 dengan tema yang menurutnya sangat kontekstual dan luar biasa yaitu ‘Gerak Santri Bangkit Negeri’. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk bangkit pascapandemi Covid-19.

“Tentu sudah menjadi keharusan bagi seluruh masyarakat dan para santri untuk bergerak dan berdiri di garda terdepan dengan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keahliannya,” kata GusMen, sapaan akrabnya.

“Hal ini sekali lagi juga diteladankan oleh kiai-kiai kita, ulama dan para pendahulu kita yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, para santri saya ajak kalian semua untuk berkontribusi dan bergerak bersama untuk kebangkitan negeri,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramadhani menuturkan bahwa Pospenas ke-9 merupakan rangkaian peringatan Hari Santri yang ke-22 sebagai ajang silaturahmi, sarana meningkatkan kebugaran jasmani, rohani, dan prestasi siswa.

Dari ajang ini, kata dia, lahir duta para atlet santri yang bisa ikut berkiprah dalam kancah olahraga nasional dan internasional. Ada ribuan atlet yang berlaga di Pospenas ke-9, yang diambil dari wakil-wakil terbaik di setiap provinsi di antara dalam cabang perlombaan lari 100m, 200m, 400m, estafet, lompat jauh, pencak silat, senam santri SKJ, tenis meja dan sepak bola.

“Untuk cabang seni ada lomba hadroh, pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Inggris, pidato Bahasa Indonesia, kaligrafi, dan pembuatan video pendek dengan tema moderasi beragama, dan stand up komedi gaya santri,” tuturnya.

Selaras dengan tema yang diusung dalam Pospenas 2022, salah satu tujuan diselenggarakan kegiatan itu adalah memupuk persatuan, persahabatan, dan persaudaraan antarsantri untuk membangkitkan santri dalam menjaga NKRI.

Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori

Al-Musthofa Publication Sportivitas dan Kejujuran dalam Lomba, Wujud Pengamalan Ajaran Kiai

Source link