Maahad Al Musthofa Mobile

Way Kanan, NU Online

Beberapa sekolah di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung saat ini sedang menyelenggarakan ujian akhir sekolah. Situasi ini biasanya membuat para pelajar sangat rentan dengan perasaan gugup serta cemas yang berlebihan.

 

Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengajak pelajar setempat untuk menumbuhkan rasa senang dalam menjalani ujian. Terlebih kepada siswa-siswi yang tergabung dalam wadah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IPPNU agar menanamkan sikap optimis dan membiasakan diri senang tatkala dihadapkan dengan ujian.

 

“Kita sebagai pendorong yang juga memiliki pengaruh bagi mereka, rasanya tidak tepat jika memberikan sugesti negatif. Mereka telah berusaha dan belajar dalam kurun waktu yang cukup panjang, tentu pikiran mereka juga butuh asupan semangat. Oleh sebab itu hal-hal positif harus kita suguhkan agar mereka lebih bersemangat dan percaya diri,” tutur Ketua PC IPPNU Kabupaten Way Kanan, Faridatul Khusna, Senin (5/4) di Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu.

 

Wakil Ketua V Bidang Departemen Jaringan Komunikasi dan Informatika, Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Lampung ini menegaskan, situasi pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka ke daring (dalam jaringan) diketahui belum bejalan maksimal. Karena tidak semua siswa bisa menerapkan pembelajaran dengan model itu. Situasi ini juga yang membuat siswa-siswi khawatir berlebihan saat dihadapkan dengan ujian.

 

“Dalam melaksanakan aktivitas pendidikan secara daring, saya rasa tentu mereka mendapat banyak tekanan. Pembelajaran yang kurang maksimal, kurangnya pemahaman, banyaknya tugas yang diberikan, serta kurangnya penyerapan pembelajaran yang diberikan. Maka dari itu  para pendidik juga harus menyinkronkan hal ini, agar apa yang nanti mereka temui dalam ujian sesuai dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya,” tambahnya. 

 

Untuk itu, alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Ma’arif Way Kanan ini mengimbau agar pelajar tidak terpaku dalam hasil, tetapi yang terpenting adalah berusaha melakukan yang terbaik dan mengirinya dengan doa. 

 

“Perihal hasil itu belakangan, yang penting usaha dulu. Dan pastinya berdoa, meminta rida juga kepada kedua orang tua. Tidak lupa pula untuk mengulas poin-poin penting secara garis besar pelajaran yang dipelajari,” pungkasnya.

 

Kontributor: Disisi Saidi Fatah

Editor: Syamsul Arifin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link