Maahad Al Musthofa Mobile

Surabaya, NU Online

Sejumlah terobosan dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Jawa Timur dalam meningkatkan mutu sumberdaya manusia pesantren. Yang terbaru adalah digagasnya program Community Based Learning (CBL). CBL bertujuan memfasilitasi santri atau alumni pondok pesantren yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang sarjana.

 

Ketua Humas dan Marketing (Humar) Unusa, M Ghofirin menjelaskan, CBL ditujukan untuk komunitas yakni pondok pesantren, khususnya di Jawa Timur, termasuk di Indonesia. Bagi Unusa, pondok pesantren merupakan mitra strategis yang dapat menjalankan program CBL.

 

“Nantinya proses pembelajaran ini dilakukan secara blanded learning atau pembelajaran campuran dengan cara daring maupun luring,” katanya, Kamis (1/4).

 

Melalui program CBL, nantinya calon mahasiswa dari pondok pesantren tidak harus datang ke Unusa yang ada di Jalan Jemursari No 57 Surabaya.

 

“Karena perkuliahan dilakukan secara daring maupun luring di pondok pesantren,” beber Ghofirin.

 

Meskipun begitu, perkulihan bisa juga dilakukan di kampus Unusa.

 

“Setidaknya mahasiswa mengetahui kampusnya,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal One Pesantren One Pruduct (OPOP) Jatim tersebut.

 

Dosen akuntansi Unusa ini berharap melalui program tersebut, kampus kebanggaan ini bisa meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.

 

“Secara tidak langsung bisa memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan indek pembangunan manusia atau IPM di Jawa Timur, sehingga lulusan perguruan tinggi semakin banyak, serta remaja-remaja yang berkompeten di bidangnya,” terangnya.

 

Sementara itu, Koordinator Marketing Unusa Afriandi Eka Darta menjelaskan program ini berlaku untuk program studi non kesehatan serta kedokteran. Beberapa program studi masuk dalam program CBL antara lain S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 PG Sekolah Dasar, S1 PG PAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Sistem Informasi.

 

“Persyaratan lulusan SMA/MA sederajat, berasal dari pondok pesantren dengan dibuktikan adanya kartu tanda anggota dari pesantren, raport atau ijazah terakhir, fotokopi KTP atau SIM,” ucap Afri.

 

Salah satu pengurus Pondok Pesantren Sabilil Mokaromah Bondowoso, Tabrani mengapresiasi langkah Unusa yang membuat program CBL untuk pondok pesantren.

 

“Ini dapat meningkatkan mutu dan keahlian lulusan pondok pesantren dengan kuliah di Unusa melalui program CBL,” bebernya.

 

Tabrani mengaku banyak program beasiswa yang ada di Unusa, sehingga setelah ini dirinya akan menyampaikan ke yayasan pondok pesantren.

 

“Program ini bagus, karena tidak semua pondok pesantren memiliki universitas atau perguruan tinggi. Jadi, program ini akan saya sampaikan ke pihak yayasan karena bagus dan baik,” pungkasnya.

 

Editor: Ibnu Nawawi

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link