Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Parepare, Sulawesi Selatan, Nyai Maryam berbagi tips melatih anak berpuasa.


Pertama, memberikan pemahaman tentang berpuasa dengan mengenalkan puasa bagian dari rukun Islam ke-4 untuk menahan hawa nafsu dari haus dan lapar dari terbit Fajar hingga terbenam Matahari.

 

Kedua, memberi tahu keutamaan berpuasa adalah upaya pendekatan diri kepada Allah dengan penjelasan yang mudah dipahami.


“Hal ini bisa menjadi motivasi untuk anak berpuasa. Ketiga, adalah mengajak anak berpuasa tanpa memerintah dan memaksakan kehendak,” kata Maryam dalam tayangan Ngabuburit bersama Ulama Perempuan, Ahad (18/4).


Menurut Maryam, ajakan tersebut dapat disampaikan melalui obrolan ringan dengan mencontohkan ayah, ibu, dan anggota keluarga lain yang menjalankan puasa.


Keempat, kita latih anak berpuasa secara bertahap, kita tahu kalau kemampuan anak berbeda dengan orang dewasa. Karenanya kita berikan kelonggaran kepada anak untuk berpuasa jangan dipaksakan berpuasa penuh,” terangnya.


Menyesuaikan kemampuan anak untuk berpuasa bisa dimulai dengan hanya setengah hari. Kemudian mengajak untuk berpuasa kembali. Melalui ajakan yang dilakukan bertahap tersebut ke depannya anak akan mampu menyesuaikan kesiapannya untuk berpuasa dengan penuh.


Kelima, memberikan makanan favoritnya ketika berbuka dan sahur, anak akan senang ketika ayah dan ibu menyediakan makanan favoritnya, atau bisa saja makanan yang sesuai dengan permintaannya,” ujar Ny Maryam yang juga aktif sebagai anggota Majelis KUPI ini.


Keenam, menciptakan suasana berpuasa yang menyenangkan melalui kegiatan-kegiatan produktif. Ketujuh, memberikan apresiasi atas pencapaiannya.


“Nah, mengapresiasi dengan cara mengucapkan terima kasih atau memberinya hadiah, penghargaan ini juga bisa memberi semangat dan keyakinan puasanya, sehingga ia dapat berpuasa dengan baik,” tandas Maryam.


Kontributor: Syifa Arrahmah

Editor: Fathoni Ahmad

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link