Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Saat berbuka puasa, seringkali menyantap makanan apa saja karena telah menahan lapar dan haus sepanjang hari. Namun, seringkali masyarakat lupa bahwa makan berlebihan itu tidak baik. 

 

“Makan berlebih yang dimaksud adalah menyantap apa saja menu buka puasa yang disajikan,” ujar dr. Rosalia Kusuma Dewi saat dihubungi NU Online, Senin (26/4).

 

Dokter Muda RSUD Margono Purwokerto itu menerangkan, kebanyakan orang berbuka puasa mengabaikan porsi dan nutrisi yang dikonsumsi tanpa peduli kesehatan sehingga tak jarang mengalami sakit perut. Untuk menghindari hal itu, ia menjelaskan pola makan terbaik selepas waktu berbuka puasa Ramadhan.

 

Pertama, penting memulai berbuka puasa dengan doa. Selain bentuk rasa syukur, memanjatkan doa di waktu Maghrib termasuk waktu mustajabah. 

 

Kedua, konsumsi makanan dan minuman manis. Dokter yang akrab disapa Sela itu menerangkan pentingnya berbuka dengan yang manis. Menurutnya, setelah berdoa secara kesehatan berbuka baiknya diawali dengan minum dan makan yang manis.

 

Rasulullah SAW memberi teladan dengan makan tiga biji kurma karena kandungan karbohidrat dalam tiga biji kurma sudah cukup memenuhi kebutuhan energi sementara. Selain kurma bisa konsumsi kolak, minuman sirup (tanpa es) atau lainnya.

 

Ketiga, konsumsi buah. Buah baik dikonsumsi sebelum makan besar (red; nasi dan lauk) karena kandungan serat yang tinggi dalam buah-buahan dapat mengenyangkan lambung sehingga bisa mencegah makanan yang berlebihan.

 

“Bagi yang memiliki penyakit lambung, buah-buahan yang sifatnya asam baiknya dijauhi karena bisa berkontribusi meningkatkan asam lambung,” kata dokter lulusan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto itu.

 

Keempat, konsumsi air putih. Pentingnya konsumsi air putih dalam fase iftar (berbuka puasa saat Maghrib) dan sebaiknya minum air putih satu hingga dua gelas terlebih dahulu, usahakan air putih dalam kondisi tidak panas maupun dingin.

 

“Terakhir, setelah menunaikan shalat Maghrib dilanjut dengan makan besar (nasi dan lauk) kemudian minum air putih satu gelas lagi,” pungkasnya.

 

Kontributor: Suci Amaliyah

Editor: Syamsul Arifin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link