Maahad Al Musthofa Mobile

Jember, NU Online

Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima Allah dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama Islam. Cara untuk mendapatkan hidayah pun bermacam-macam.

 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua LDNU Jawa Timur KH M Noor Harisudin pada Kultum Ramadhan New Zealand dalam rangka Tarawih Keliling (Tarling) Wellington-New Zealand, Sabtu (1/5) secara virtual.

 

“Hidayah artinya petunjuk dari Allah SWT, sehingga kita bisa menjadi baik,” tutur Prof Harisudin yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur dalam ceramahnya yang bertemakan Pentingnya Hidayah bagi Kehidupan.  

 

Adapun jalur hidayah terbagi menjadi lima bagian, yaitu iman, ilmu, mujahadah, amal yang tulus ikhlas, dan doa yang khusyuk. Bagian pertama yakni hidayah datang kepada orang yang beriman kepada Allah. Ia akan tergerak untuk selalu melakukan berbagai macam ketaatan kepada Allah SWT.

 

Orang beriman selalu melakukan apa saja perintah Allah di dalam Al-Qur’an, tidak ada perhitungan, namun langsung dipraktikkan. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika diperintah oleh Allah untuk menyembelih putranya. Ia melakukan semua itu karena di dalam dadanya ada iman kepada Allah SWT,”tutur Guru Besar IAIN Jember itu.

 

Pintu hidayah yang kedua adalah ilmu pengetahuan sebagai sarana mengenal dan mempelajari ajaran dari Allah Swt. Disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah hidayahnya, maka ia tidak akan tambah kecuali jauh dari Allah SWT. Ilmu pada satu sisi menjadikan kita mendapatkan hidayah, apalagi  kalau ilmu itu diamalkan dan dibarengi rasa takut kepada Allah SWT,” ujarnya

 

Jika mendapatkan ilmu baru misalnya tentang shalat Tahajud, Tarawih, Tasbih, langsung dipraktikkan. Seperti contoh umat Muslim yang tinggal di Australia, Taiwan, dan New Zealand yang kalimat ‘Annadhofatu minal iman’ bukan hanya slogan belaka. Tapi semua tempat bersih dan indah,” tuturnya.

 

Usaha mujahadah atau bersungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah adalah pintu ketiga dalam meraih hidayah Allah. “Meski kita sudah Islam, kita masih memerlukan hidayah yang menuntun kita, yang membuat kita sempurna sehingga bisa menjadi Muslim sejati,” ujarnya.

 

Keempat adalah ketulusan dalam beramal, dan yang kelima adalah doa. Poin keempat dan kelima ini diceritakan dalam Kitab Shahih Muslim tentang seorang yang bersedekah, yang mendapatkan pahala meskipun diberikan pada orang yang bukan ahlinya.

 

Diceritakan dalam hadits tersebut, kata Prof Haris, ada seorang laki-laki yang ingin bersedekah. Selama setahun ia mengumpulkan uang, kemudian jatuh hari saat ia harus bersedekah. Pada malam harinya ia keliling mencari orang yang membutuhkan sedekahnya. Bertemulah ia dengan seorang perempuan dan diberikannya sedekah uang 1000 dirham.

 

Keesokan harinya, terdengarlah kabar bahwa ada seorang aneh yang bersedekah kepada seorang perempuan ahli zina. Kemudian laki-laki itu berdoa kepada Allah, “Ya Allah segala puji bagi Engkau, saya keliru bersedekah. Saya berjanji akan bekerja keras lagi dan bersedekah tahun depan,” ujar laki-laki itu. Kemudian tahun kedua dan ketiga, kisah sama kembali terulang. Ia keliru bersedekah kepada orang kaya yang pelit dan pencuri. Laki-laki ini selalu berdoa kepada Allah atas segala yang terjadi padanya. Sehingga kedekatan inilah ia memperoleh hidayah dari Allah SWT.

 

Kemudian laki-laki itu meninggal, dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa sedekahnya diterima oleh Allah SWT karena ketulusan dalam beramal dan doa yang dipanjatkan. Akibat dari perbuatan laki-laki dermawan itu, semua orang yang menerima sedekahnya mendapat hidayah dari Allah menjadi orang yang lebih baik.

 

Perempuan itu sadar akan perbuatannya yang salah, begitupun juga dengan seorang yang pelit dan pencuri, mereka bertaubat kepada Allah. Inilah salah satu bentuk keajaiban dari ketulusan bersedekah yang dibarengi doa yang ikhlas.

 

Merujuk pada ayat Alquran surah An-Nur ayat 35, Allah adalah cahaya bagi langit dan bumi. Allah memberikan hidayah melalui nur (cahaya)-Nya kepada orang yang dikehendaki.

 

Kalau sudah diberi nur oleh Allah SWT, lanjut dia, siapa yang bisa mengira bahwa pezina, orang yang kikir, dan pencuri tersebut menjadi orang shalih.

 

Di bulan Ramadhan ini kita berharap mendapatkan hidayah dari Allah SWT dengan niat tulus ikhlas yang menuntun kita mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat. Kemuliaan yang didasarkan pada harta, pangkat, jabatan adalah kemuliaan yang terbatas. Tapi kemuliaan karena menjadi orang bertakwa adalah kemuliaan yang abadi sampai ke akhirat. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin,” pungkas Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember itu.

 

Kontributor: Erni Fitriani, Siti Junita

Editor: Kendi Setiawan

​​​​​

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link