Maahad Al Musthofa Mobile

Jakarta, NU Online

Seorang warga Palestina meninggal dunia setelah terluka parah akibat tembakan tentara Israel yang membubarkan aksi protes terhadap permukiman di utara Tepi Barat pada Jumat (19/3) kemarin.


Bentrokan meletus antara pengunjuk rasa Palestina dan tentara Israel di kota Beit Dajan di provinsi Nablus timur setelah pasukan menembakkan peluru karet dan peluru tajam serta gas air mata.


Sebelum meninggal, pria – yang diidentifikasi sebagai Atef Hanayshah, 48 – telah dirawat di rumah sakit dalam kondisi “serius” setelah wajahnya dipukul, kata saksi mata dilansir kantor berita Anadolu.


Sementara itu, puluhan warga Palestina yang terkena gas air mata dirawat di lapangan. Warga Palestina sering melakukan protes mingguan di Tepi Barat yang diduduki terhadap permukiman ilegal Israel.


Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai wilayah pendudukan menurut hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana ilegal.


Sementara itu, Ratusan orang Arab pada Jumat memprotes kejahatan di kota-kota Umm al-Fahm dan Qalansawe di Israel. Selama 10 minggu berturut-turut, warga Arab memprotes kejahatan di Israel, mereka menuduh polisi Israel gagal menghentikan pembunuhan.


Di Qalansawe, ratusan warga Arab berbaris di jalanan untuk menentang kekerasan dan kejahatan yang sedang berlangsung. Korban terakhir – Laith Nasra 19 tahun dan Muhammad Khatib 23 tahun – tewas pada Jumat pagi.


Polisi Israel mengatakan kedua pemuda itu ditembak mati di Qalansawe, tanpa menjelaskan penyebabnya. Para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina.


Di Umm al-Fahm, ratusan pengunjuk rasa berbaris di jalan-jalan kota sembari mengibarkan bendera Palestina bersama dengan plakat yang mengecam kegagalan polisi untuk memerangi kejahatan. Pawai dan protes dimulai setelah Salat Jumat di pusat kota. Banyak polisi Israel juga dikerahkan di sekitar demonstrasi.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link