Maahad Al Musthofa Mobile

Makassar, NU Online

Salah satu kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Nuzul Syahru Ramadhan tengah berjuang mewujudkan impian orang tuanya membangun masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an.


Pria asal Kota Makassar ini mengungkapkan bahwa orang tuanya seringkali curhat tentang keinginannya membangun masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an dan pada akhirnya dia berinisiatif untuk mewujudkan itu.


Hal tersebut berawal saat dia mendapatkan tanah pemberian orang tuanya untuk dikelola. Tanah itu terletak tidak jauh dari tempat kediaman orang tuanya di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar.


“Tanah milik orang tua dan diberikan kepada saya selaku anak. Alhamdulillah karena saya mengingat kedua orang tua yang selalu berkeinginan membangun masjid maka dari itu saya berinisiatif untuk mewujudkan keinginannya,” ujar Nuzul, alumni UIN Alauddin saat diwawancarai NU Online, Minggu (21/3) malam.


Pria yang berusia 24 tahun ini mengungkapkan, pembangunan masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an selain ladang beramal jariyah juga mempersiapkan untuk adiknya yang tengah menempuh pendidikan menghafal Al-Qur’an.


“Mengenai rumah tahfidz itu, Alhamdulillah kebetulan adik saya yang terakhir sedang berjuang menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren, untuk kelanjutannya setelah tamat dari pondok pesantren Insya Allah adik saya yang akan mengelola rumah tahfidznya,” beber mantan Ketua Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.


Anak dari pasangan H Amir Barrang dan Hj Muliati Mas’ud ini menjelaskan bahwa rencana pembangunan masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an itu akan berlantai dua.

 

IMG 20210321 WA0032

Insya Allah rencananya 2 tingkat, lantai 1 rumah tahfidz dan lantai 2 untuk masjid salat berjamaahnya. Rumah tahfidz dan masjid bisa digunakan oleh masyarakat umum,” tandas anak dari tiga bersaudara ini.


“Ke depannya ini rumah tahfidz diperuntukkan untuk masyarakat umum sekitar lokasi, karena dari hasil survei, banyak anak-anak dan pemuda-pemudi yang berpemukiman sekitaran situ dan bisa saja juga dari berbagai daerah datang belajar,” sambungnya.


Ia menyebut anggaran untuk pembangunan masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an ini mencapai sebanyak Rp800 juta. Saat ini dia baru mengumpulkan sekitar Rp 40 juta hasil sumbangan dari masyarakat.


Sementara itu juga proses pembangunan sudah berjalan sejak 26 Februari 2021. Disampaikan pula saat ini dirinya masih berusaha mencari para donatur untuk penyelesaian pembangunan masjid dan rumah tahfidz Al-Qur’an itu.


“Namanya Masjid dan Rumah Tahfidz Al-Aziz. Kondisi pembangunan sementara proses menaikkan tiang. Saya juga masih berjuang mencari donatur pembangunan ini, dan Alhamdulillah sudah 40 juta terkumpul,” ucap Nuzul.


Nuzul berharap doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat agar pembangunan masjid dan rumah Tahfidz Al-Qur’an ini segera selesai dan bisa ditempati beribadah oleh masyarakat setempat.


“Semoga pembangunan ini berjalan lancar, kami berharap doa dukungannya semua untuk penyelesaian pembangunan masjid dan rumah tahfidz ini,” tuturnya.


Untuk kelancaran pembangun itu Nuzul membuka donasi melalui rekening 138-202-000000874-1 atas nama Masjid dan Rumah Tahfidz Al-Aziz. Untuk konfirmasi bisa menghubungi Nuzul Syahrul Ramadhan di HP 082259185515.


Kontributor: Ridwan

Editor: Muhammad Faizin

Maahad Al Musthofa Mobile

Source link